Deputi BKKBN, Dr. Eng. Bonavius Prasetya Ichtiarto, menegaskan pentingnya kepemimpinan strategis dalam mengelola bonus demografi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Fokus pada kualitas keluarga dan kolaborasi pentahelix menjadi kunci keberhasilan.
Kepemimpinan Strategis BKKBN: Mengawal Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
Tantangan terbesar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana bangsa ini mengelola bonus demografi secara cerdas dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi sorotan utama Deputi Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Dr. Eng. Bonavius Prasetya Ichtiarto, dalam kuliah bertema Strategic Leadership yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
Acara yang berlangsung di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR ini dibuka oleh Prof. Dr. Mas Rahmah, S.H., M.H., LL.M., Koordinator Program Studi S3 Hukum dan Pembangunan. Dalam sambutannya, Prof. Mas Rahmah menegaskan pentingnya memahami kepemimpinan strategis di sektor publik, terutama dalam mengelola kompleksitas isu kependudukan.
Mengubah Bonus Demografi Menjadi Peluang Emas
Dalam pemaparannya, Dr. Bonavius mengangkat tema 淧eran Kepemimpinan Strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kepemimpinan strategis bukan sekadar kemampuan administratif, tetapi kemampuan mengantisipasi, merespons, dan mengarahkan perubahan menuju hasil jangka panjang.
Keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang tumbuh dalam masa bonus demografi ini, ujarnya.
Menurutnya, BKKBN berperan sentral dalam memastikan empat pilar utama pembangunan nasionalkesehatan, pendidikan, ekonomi, dan tata kelola攄ibangun di atas fondasi keluarga yang sehat, tangguh, dan produktif.
Stunting dan Kualitas Keluarga: Fokus Kepemimpinan Strategis
Salah satu bentuk konkret kepemimpinan strategis BKKBN adalah fokus pada penurunan angka stunting dan penguatan kualitas keluarga. Dr. Bonavius menegaskan bahwa stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi ancaman terhadap kualitas SDM masa depan yang akan memimpin Indonesia pada 2045.
Stunting adalah indikator masa depan bangsa. Jika tidak diselesaikan sekarang, ia akan menjadi penghambat dalam mewujudkan Indonesia Emas, tegasnya.
Selain penurunan stunting, BKKBN juga menyoroti dua agenda penting lainnya:
-
Pembangunan Keluarga Berencana (Bangga Kencana): Membantu keluarga merencanakan jumlah dan jarak kelahiran demi kesejahteraan yang lebih baik.
-
Ketahanan Keluarga: Mempersiapkan keluarga yang kuat secara mental, fisik, dan ekonomi agar menjadi pondasi SDM unggul.
Kolaborasi Pentahelix dan Tantangan Penuaan Penduduk
Dalam era globalisasi dan disrupsi, Dr. Bonavius menegaskan bahwa kepemimpinan strategis harus bersifat kolaboratif. BKKBN telah mengadopsi model kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor bisnis, masyarakat, dan media.
Melalui kolaborasi ini, kebijakan kependudukan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan攄idukung oleh riset akademik, inovasi teknologi, dan partisipasi masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan transisi demografi dan penuaan penduduk (aging population) yang akan menjadi isu besar Indonesia ke depan. Kepemimpinan adaptif dan inovatif adalah kunci untuk mengelola dinamika kependudukan, ujarnya. Hal ini termasuk menyiapkan sistem kesehatan, jaminan sosial, dan infrastruktur yang ramah lansia.
Sinergi Akademik dan Kebijakan Publik
Dalam penutupannya, Prof. Mas Rahmah mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sebagai langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.
Fondasi bangsa yang kuat adalah keluarga yang berkualitas. Kepemimpinan strategis di bidang kependudukan adalah mercusuar yang akan menerangi jalan kita menuju 2045, tegasnya.
Melalui kuliah ini, Sekolah Pascasarjana UNAIR kembali menegaskan jati dirinya sebagai School of Collaborative Leadership攕ebuah pusat pembelajaran dan pemikiran yang menjembatani kebijakan publik, riset akademik, dan pembangunan manusia berkelanjutan untuk Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




