MELALUI FESTIVAL MANGROVE KE IV, BANGUN KESADARAN EKOLOGIS YANG BERDAMPAK EKONOMI
Optimis Jatim Bangkit : JTV Senin 20 Februari 2023
Berita UNAIR Pascasarjana,Senin 20 Februari 2023 – Festival Mangrove ke 4 akan digelar di selatan pulau jawa, yaitu Kabupaten Trenggalek, dimana di hutan mangrove ini memiliki keistimewaan yaitu dalam satu hutan mangrove hidup 47 jenis varietas mangrove dan hal tersebut mendapat apresiasi oleh Gubernur Jawa Timur. Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan kunjungan untuk mengecek persiapan dari lokasi dimana akan digelarnya Festival mangrove ke IV se jawa. Hal tersebut menjadi pembuka dari program Optimis Jatim Bangkit di JTV, yang mengangkat tema Menyukseskan Festival Mangrove se-Jawa ke IV di Kabupaten Trenggalek, Senin 20 Januari 2023.
H. Mochammad Nur Arifin atau akrab disapa Gus Ipin, menyampaikan bahwa sebuah kehormatan besar bagi Trenggalek saat menerima amanah untuk menggelar festival mangrove, menurutnya hal tersebut menjadi apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat pesisir yang telah berjuang merawat hutan mangrove.
Ditambahkan sesuai pesan Ibu Gubernur sangat jelas, dimana Festival yang akan digelar ini harus memiliki dampak bagi masyarakat terutama dalam hal ekonominya, jangan sampai acara yang digelar ini justru memutus rantai antara hulu dan hilir, hal tersebut mendapat perhatian serius dibuktikan dengan Khofifah Indar Parawansa, mengecek langsung potensi yang dimiliki dari hadirnya hutan mangrove, seperti suksesnya budidaya kepiting bakau ditambah sirup dari mangrove, kue, jenang dari mangrove.
Sejalan dengan hal diatas, Dr. Ir.Djumadi, ST., MMT. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan, bahwa dipilihnya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah Festival Mangrove Se-Jawa ke IV karena Trenggalek dianggap memiliki keseriusan dank e khas an, maka hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk mulai membangun hutan mangrove di kawasan pesisir.
Suparto Wijoyo, Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana 51动漫, yang juga pemerhati lingkungan menanggapi kekhawatiran tentang acara ini hanya menjadi seremoni belaka, dirinya mengatakan bahwa seremoni adalah pintu masuk dari terbangunnya kesadaran ekologis yang sedang di ciptakan di jawa timur, kita jangan anti dengan seremoni, karena melalui gelaran acara akan membawa dampak tidak hanya menyambungkan hulu dan hilir di hutan mangrove, akan tetapi ekonomi masyarakat di kabupaten Trenggalek tentu terdampak.
Bayangkan ketika festival ini digelar, maka semua sektor akan merasakan keuntungan dari gebyarnya acara ini, ditambah akan terbangunnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak hanya membawa dampak lestari akan tetapi juga memberikan dampak bagi ekonomi, seperti tersedianya tempat budidaya kepiting seperti yang disebutkan dan juga beragam kerajinan tangan dari bahan pohon bakau, hal tersebut menunjukkan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sedang menggugah kesadaran berprilaku masyarakat dari yang destruktif menjadi konstruktif.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




