51动漫

51动漫 Official Website

Membangun Arsitektur SDM: Ikhtiar Probolinggo Menuju Kemandirian Daerah

Di tengah tantangan birokrasi yang kian kompleks, Pemerintah Kota Probolinggo mengambil langkah strategis dengan memperkuat fondasi tata kelola pemerintahannya melalui jalur akademik. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan upaya serius untuk membangun “otak” birokrasi yang lebih responsif dan inovatif.

Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan bertajuk Meeting Collaboration antara Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dan Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR, Surabaya, Senin (9/2/2026).

Rombongan Pemkot Probolinggo yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, Dr. Rey Suwigtyo, S.Sos., M.Si., disambut langsung oleh pakar kebijakan publik UNAIR, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., serta Wakil Direktur 3 Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum. dan Dr. Zuyyina Choirunnisa, SM., M.SM. General Manager Executive Learning Hub.

Investasi pada Kapabilitas

Prof. Jusuf Irianto memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Pemkot Probolinggo yang ingin meningkatkan kualitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, kolaborasi ini adalah jawaban atas kebutuhan birokrat masa depan yang memiliki ketajaman analisis dalam merumuskan kebijakan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jusuf juga membagikan kabar baik mengenai penguatan ekosistem ilmu pemerintahan. Ia mengungkapkan bahwa pada Jumat lalu, pihaknya telah mengunjungi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menyiapkan hadirnya Program Doktor Ilmu Pemerintahan di Sekolah Pascasarjana UNAIR. Rencana ini pun mendapat sambutan antusias dari Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si. Direktur Pascasarjana IPDN.

Tantangan Anggaran dan Kreativitas Daerah

Pj Sekda Kota Probolinggo, Dr. Rey Suwigtyo攁tau yang akrab disapa Tyok攎enegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM kini menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah kebijakan pengetatan transfer dana ke daerah.

“Kita harus berkreasi dan kreatif dengan segala keterbatasan yang ada. Oleh karena itu, kami melakukan pendampingan dengan teman-teman pascasarjana terkait dengan kegiatan peningkatan pendapatan daerah menuju kemandirian daerah,” ujar Tyok.

Tyok menambahkan bahwa Pemkot Probolinggo telah mulai mengirimkan stafnya ke berbagai fakultas di UNAIR, mulai dari Kedokteran hingga Magister Hukum Kesehatan. Langkah ini bertujuan agar daerah memiliki spesialis-spesialis handal yang mampu mengelola instansi daerah secara mandiri.

Sinergi Akademis-Praktis

Menanggapi komitmen tersebut, Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum., menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademis dan kebutuhan riil masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya program yang berdampak langsung pada pemecahan masalah di daerah.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi daerah harus dimulai dari transformasi manusianya. Dengan menggandeng institusi pendidikan, Kota Probolinggo sedang menyiapkan cetak biru pemerintahan yang lebih tangguh, mandiri, dan berbasis ilmu pengetahuan.

AKSES CEPAT