51动漫

51动漫 Official Website

Menjaga Kedaulatan Indonesia di Tengah Geopolitik Global melalui Inovasi dan Ekologi Berkeadilan

Dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu menuntut Indonesia untuk tidak lagi bersikap pasif. Pergeseran kekuatan dunia, disertai kompetisi geoekonomi dan krisis lingkungan, mendorong kebutuhan akan strategi nasional yang berakar pada kemandirian inovasi dan ketegasan menjaga ekologi.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi Ranah Publik yang disiarkan oleh Suara Muslim Radio Network, menghadirkan dua akademisi 51动漫 (UNAIR), Prof. Dr. Mohammad Nafik Ryandono dan Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo. Diskusi ini menempatkan Indonesia sebagai subjek aktif yang harus menentukan arah pembangunannya sendiri di tengah tekanan global.

Kemandirian Ekonomi Berbasis Inovasi

Prof. Mohammad Nafik Ryandono, Ketua Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis UNAIR, menegaskan bahwa ketergantungan berlebihan pada pasar global justru meningkatkan kerentanan ekonomi nasional. Menurutnya, inovasi dan hilirisasi industri merupakan kunci utama untuk membangun daya tahan ekonomi.

Indonesia, tegas Nafik, tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah dalam rantai pasok global. Penguasaan teknologi dan kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi fondasi penting dalam menghadapi kompetisi geoekonomi modern. Kekayaan sumber daya alam tidak akan bermakna tanpa kedaulatan teknologi yang menyertainya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi dari tingkat lokal. Akselerasi bisnis di sektor domestik dinilai krusial untuk memperkokoh struktur ekonomi nasional sebelum Indonesia melangkah lebih jauh di arena internasional.

Hukum dan Ekologi sebagai Penopang Kedaulatan

Di sisi lain, Prof. Suparto Wijoyo, Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tanpa fondasi hukum dan perlindungan lingkungan yang kuat berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Suparto menegaskan bahwa geopolitik Indonesia harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kedaulatan atas tanah, air, dan kekayaan alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan semata-mata sebagai komoditas global.

Dalam konteks krisis iklim dunia, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu penjaga keseimbangan ekologi global. Namun, posisi ini hanya dapat dipertahankan melalui ketegasan regulasi dan keberanian menjaga kedaulatan hukum. Suparto mengingatkan agar arus investasi tidak menggerus tatanan sosial dan lingkungan masyarakat lokal.

Menuju Paradigma Indonesia-Sentris

Diskusi ini menegaskan perlunya pergeseran paradigma menuju pendekatan Indonesia-sentris. Di tengah tarikan kepentingan global, sinergi antara inovasi ekonomi berbasis kemandirian dan perlindungan ekologi yang berkeadilan menjadi strategi utama menjaga kedaulatan nasional.

Indonesia tidak hanya hadir sebagai objek dalam peta geopolitik dunia, melainkan sebagai aktor yang mampu menentukan masa depannya sendiri melalui kebijakan inovatif, hukum yang berdaulat, dan komitmen ekologis yang kuat.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT