Surabaya, 20 September 2025 “ Maraknya kasus keracunan hingga temuan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan desakan untuk menghentikan kebijakan tersebut. Menanggapi hal itu, Prof. Dr. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., pakar kebijakan publik 51¶¯Âþ (UNAIR) menegaskan bahwa program ini tetap perlu dilanjutkan, namun dengan evaluasi dan standarisasi teknis yang berkelanjutan.
Menurutnya, persoalan yang muncul di tahap awal implementasi adalah hal yang wajar.
œIni kan ada pengalaman pertama, wajar ya. Ada masalah teknis itu wajar. Yang penting, teknis ini jangan mengalahkan substansinya, ujarnya.
Prof. Jusuf menekankan bahwa substansi program ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan gizi anak. Dengan rata-rata tingkat kecerdasan anak-anak Indonesia yang masih di bawah 100, peningkatan gizi menjadi langkah krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di kancah global.
Kebijakan Rasional yang Harus Berkelanjutan
Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNAIR ini menilai, MBG adalah bentuk kebijakan rasional (rational choice) yang tidak hanya populer, tetapi juga logis karena menjawab kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, isu utamanya bukan pada kebijakan, melainkan tata kelolanya.
œJangan diukur kebijakan yang begitu. Sekarang yang didiskusikan dan ditempatkan adalah bagaimana tata kelolanya, jelasnya.
Ia menekankan perlunya standarisasi tata kelola yang tidak bisa diwujudkan seketika, melainkan melalui proses berkesinambungan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.
œStandarisasi itu tidak bisa dibuat semalam. Itu proses. Nanti yang kita lakukan, kita tulis. Yang kita tulis, kita lakukan, tambahnya.
Jangan Dipolitisasi dan Dijadikan Bisnis
Selain evaluasi teknis, Prof. Jusuf juga mengingatkan agar program MBG tetap dijaga sebagai proyek sosial dan tidak dipolitisasi atau dijadikan ladang bisnis.
œJangan sampai cari keuntungan dari ini karena ini adalah proyek sosial, tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program kebijakan publik tidak hanya dinilai dari awal peluncurannya, tetapi terutama dari implementasi dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
œYang penting adalah dia dapat diimplementasikan, dapat diterapkan, dan akhirnya masyarakat bisa memetik manfaatnya. Ini sekali lagi adalah sesuatu yang perlu terus didukung dengan segala macam daya dan upaya, terutama untuk perbaikan kualitasnya, pungkas Prof. Jusuf.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




