51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

ŽPAKAR MANAJEMEN STRATEGI UNAIR SOROTI KRISIS GURU BERKUALITAS: JIKA TAK BERUBAH, INDONESIA TERTINGGAL 20 TAHUN LAGI!”

Halal bi halal Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya

ŽBerita UNAIR Pascasarjana, Selasa, 15 April 2025 “Ž”Kualitas SDM adalah penentu utama daya saing bangsa.” Kalimat tersebut menjadi benang merah paparan Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, dalam acara Halal Bihalal Komunitas Dakwah Surabaya yang digelar Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) di DK 26 Resto, Jl. Darmokali No. 26, Minggu (13/4/2025)**.

ŽHadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Jatim Dr. Emil Elestianto Dardak, Mantan Mendikbud Prof. Dr. M. Nuh, dan tokoh pendidikan Dr. HC. Ir. Abdul Kadir Baraja, serta kurang lebih dari 300 penggiat kualitas pendidikan dan SDM Indonesia.

ŽPISA, GDP, dan Ancaman Ketertinggalan Indonesia

ŽMengutip Lee Kuan Yew, Prof. Badri menegaskan bahwa kualitas SDM adalah faktor terpenting dalam persaingan global. Data OECD menunjukkan, peningkatan 25 poin skor PISA dapat menaikkan GDP negara maju hingga US$115-260 triliun dalam 20 tahun.

Ž”Vietnam, yang skor PISA-nya 100 poin di atas Indonesia, diproyeksikan tumbuh >12%. Sementara Singapura, dengan selisih 200 poin, bisa mencapai >24%. Jika kita tidak berbenah, Indonesia akan menanggung biaya mahal akibat kualitas pendidikan dasar-menengah yang rendah,” tegasnya.

ŽGuru Berkualitas = Masa Depan Bangsa

ŽProf. Badri menekankan, Singapura dan Vietnam menjadikan ‘the best and the brightest’ sebagai kriteria utama rekrutmen guru. Sementara di Indonesia, profesi guru masih sering dipandang sebelah mata.

Ž”HDI menggambarkan masa lalu, tapi PISA adalah gambaran masa depan. Jika ingin Indonesia Emas 2045, kita harus fokus pada inovasi dan teknologi bernilai tambah tinggi, yang hanya bisa dicapai dengan guru-guru terbaik,” ujarnya.

ŽKomitmen Yayasan Guru Mulia Indonesia & YDSF

ŽDalam acara ini, Yayasan Guru Mulia Indonesia yang didukung YDSF menyatakan komitmennya untuk mencetak calon guru berkualitas tinggi, mengadopsi metode Cambridge dan National Institute of Education (Singapura).

Ž”Guru yang dihasilkan tidak hanya kompeten, tapi juga dimuliakan secara ekonomi dengan evaluasi reguler,” tambahnya.

ŽAcara ini bukan sekadar silaturahmi, tapi peringatan keras bagi Indonesia dimana Tanpa guru berkualitas, bangsa ini akan terus tertinggal.

ŽFollow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT