Sekolah Pascasarjana 51动漫 (SPs UNAIR) kembali menunjukkan perannya sebagai kampus berdampak melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/6/2025).
Kegiatan ini digelar oleh Program Studi Magister Ilmu Forensik SPs UNAIR, dengan fokus utama: pencegahan stunting melalui inovasi pangan lokal fungsional.
Kolaborasi dengan Kader Posyandu: Pelatihan Bukan Sekadar Teori
Melibatkan para kader Posyandu sebagai garda terdepan di desa, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan pelatihan praktik langsung:
-
Pengenalan gizi spesifik untuk pencegahan stunting
-
Pengolahan pangan lokal menjadi makanan sehat
-
Pembuatan menu bergizi berbasis bahan yang tersedia di sekitar rumah
淜ami ingin kader Posyandu bisa langsung praktik, bukan hanya mendengar teori, jelas tim pengabdian UNAIR.
Inovasi Pangan Lokal: Minuman Sari Kacang Hijau dan Crackers Kelor
Tim UNAIR memperkenalkan dua produk berbasis pangan lokal dengan manfaat tinggi:
-
Sari Kacang Hijau Kencur Fortifikasi Temulawak
-
Kaya protein, zat besi, dan kurkumin
-
Meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh
-
-
Crackers Daun Kelor
-
Mengandung vitamin A, C, dan kalsium
-
Camilan sehat yang disukai anak-anak
-
淜elor di pekarangan bisa jadi camilan super. Kami hanya perlu kreativitas dan edukasi, ujar salah satu peserta sambil mencoba resep baru.
Pendekatan Forensik: Data Gizi Jadi Dasar Intervensi
Yang membedakan kegiatan ini adalah pendekatan forensik. Ilmu forensik digunakan untuk:
-
Menganalisis data antropometri anak
-
Menelusuri pola makan dan risiko stunting
-
Merancang intervensi spesifik seperti menyelidiki 榢asus
淜ami perlakukan data seperti barang bukti, lalu merumuskan solusi seperti investigasi forensik, jelas dosen Magister Ilmu Forensik UNAIR.
Program Berkelanjutan: Tidak Berhenti di Satu Hari
Untuk memastikan dampak jangka panjang, tim pengabdian UNAIR juga menyiapkan:
鉁旓笍 Grup pendampingan via WhatsApp
鉁旓笍 Buku panduan gizi dan resep lokal
鉁旓笍 Sinergi dengan Dinas Kesehatan Pasuruan
淜ami ingin mereka terus didampingi, bukan dilepas setelah pelatihan, tegas ketua tim pengabdian.
Dampak Nyata: Kader Termotivasi, Orang Tua Bersemangat
Kader Posyandu menyambut pelatihan ini dengan antusias:
淪aya baru tahu daun kelor bisa jadi crackers yang enak. Anak-anak doyan dan gizinya tinggi, ujar salah satu kader.
Tim UNAIR optimistis: pangan lokal yang dikelola cerdas bisa jadi ‘peluru ajaib’ melawan stunting攂ukan hanya murah, tapi juga berdampak besar.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




