51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

PROF MUHADJIR EFFENDY : GAGAL JADI DISERTASI MALAH JADI BUKU

Penggelaran Calon Wisudawan Program Doktor dan Magister Sekolah Pascasarjana UNAIR

Berita UNAIR Pascasarjana, Sabtu, 21 Desember 2024 “ 21/12/2024, Prof. Muhadjir Effendy, M.A.P. Penasihat Khusus Presiden RI bidang Haji yang juga merupakan alumni Sekolah Pascasarjana 51¶¯Âþ menghadiri acara Penggelaran Calon Wisudawan Program Doktor dan Magister Sekolah Pascasarjana UNAIR.

Prof. Muhadjir Effendy yang mendapat kesempatan untuk memberi sambutan sebagai perwakilan alumni Sekolah Pascasarjana UNAIR, dirinya mengatakan kalau ini merupakan kehormatan, karena baginya dirinya bukan termasuk mahasiswa yang spesial dalam arti kata bisa meraih predikat cumlaude.

“saya sejujurnya adalah bukan mantan mahasiswa Pascasarjana Unair yang luar biasa karena saya lulus tahun 2008 berarti sekitar 8 tahun lebih jadi kelewat Satu tahun lebih dari batas maksimal yaitu 7 tahun atau 14 semester, Jadi ibarat saya itu pemain bola saya ini oleh pengelola pascasarjana itu pernah terkena dua kali kartu kuning tentu saja karena sudah kadaluarsa Kuliahnya juga tidak bisa meraih predikat “cumlaude” (sangat memuaskan) tapi ini sudah luar biasa untuk saya karena Mestinya tidak pantas saya untuk menerima predikat ini jadi seandainya disebut lulusan luar biasa itu karena lulus di injury time dan nyaris terkena kartu merah.” Jelasnya dalam sambutan dihadapan calon wisudawan Sekolah Pascasarjana UNAIR.

Sosok pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja, era Jokowi dan Jusuf Kalla dan dilanjutkan sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia di Kabinet Indonesia Maju, era Jokowi dan Ma’ruf Amin ini menjelaskan kesulitan yang dialami selama mengenyam pendidikan di pascasarjana Unair adalah guru paling berharga untuk menghadapi kehidupan nyata.

Sebagai penutup Prof. Muhadjir Effendy berpesan kepada semua alumni Sekolah Pascasarjana Unair untuk menjaga Marwah almamater kita melalui sepak terjamg dan tindak tanduk yang terpuji penuh dedikasi dan kaya prestasi mudah-mudahan reputasi akademik 51¶¯Âþ khususnya pascasarjananya akan tetap terjaga sepanjang masa.

Dalam acara Penggelaran Calon Wisudawan Sekolah Pascasarjana UNAIR ini, Indra Prastiwi Jamaludin dari Program Studi Magister Imunologi sebagai wisudawan Terbaik Program Magister dan Agus Harimurti Yudhoyono dari Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor.

“saya terima kasih kepada Unair yang telah mengantar saya ke tingkat kesulitan yang betul-betul sangat sulit sehingga ketika saya mendapatkan amanah termasuk membantu membangun negara ini saya merasa enak-enak saja tidak sulit karena sudah mengalami kesulitan yang luar biasa, saya menyelesaikan pendidikan Pascasarjana UNAIR ini dengan berdarah-darah, jadi kalau masuk UNAIR lalu kurang dramatis berarti kuliahnya tidak berhasil” Ungkapnya disambut tawa para Calon Wisudawan.

Dirinya menambahkan kesulitan yang dihadapi dianggap sebagai “sparing partner” dalam melatih mental sebagai manusia, diceritakan karena susah dan lamanya dirinya menyelesaikan kuliah di Pascasarjana UNAIR ini membawa berkah karena bisa menghasilkan dua buku.

“saking lamanya Saya kuliah di Unair ini Pascarjana selama kuliah saya bisa bikin dua buku tapi ya tadi itu setiap mau jadi disertasi ditolak-tolak, Wah ini akhirnya saya kumpulkan yang ditolak-tolak dan akhirnya menjadi 2 buku, saya masih ingat betul Prof. Soetandyo betul-betul guru yang luar biasa kebetulan sama-sama orang Madiun sama dengan saya, jadi beliau tahu cara menghibur mahasiswa yang sudah setengah frustrasi. jadi bakalan disertasinya bisa jadi buku apalagi disertasinya.” Tutur Alumni S3 Sosiologi Militer Pascasarjana UNAIR 2008 ini disambut tepuk tangan.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT