51动漫

51动漫 Official Website

Raker Sekolah Pascasarjana UNAIR 2025: Prof. Jusuf Irianto Tegaskan Mutu Pendidikan dan Kesiapan Digital 2026

Raker Sekolah Pascasarjana UNAIR: Prof. Jusuf Irianto Fokus pada Mutu Pendidikan dan Tantangan Digital 2026

Menjelang penutup tahun 2025, Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) menggelar Rapat Kerja Akhir Tahun. Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh yang dihadiri Koordinator Program Studi, dosen, serta seluruh unit kerja Pascasarjana. Agenda dibuka oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS.

Dalam forum tersebut, Wakil Direktur I yang juga pakar Kebijakan Publik, Prof. Dr. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., menegaskan komitmen utama Pascasarjana: memastikan kepastian mutu layanan pendidikan dan kesiapan menghadapi perubahan sistem pembelajaran di tahun 2026.

Penegasan Kepastian Akademik

Prof. Jusuf menyoroti dua aspek dasar yang harus dipenuhi demi menjaga standar akademik. Pertama, kepastian pelaksanaan perkuliahan sebanyak 14 kali pertemuan sesuai ketentuan. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap jadwal merupakan bagian dari hak mahasiswa untuk menerima pembelajaran penuh.

Kedua, ia menegaskan pentingnya transparansi nilai. Seluruh dosen diminta memastikan nilai diumumkan sebelum batas akhir, yaitu 12 Januari 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan layanan akademik di lingkungan Pascasarjana.

Selain itu, Prof. Jusuf menyampaikan perlunya evaluasi terhadap mekanisme perkuliahan Sistem Layanan (SL). Ia mendorong adanya pengecekan silang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan konsisten dan efektif.

Transformasi Kelas Kemitraan dan Penguatan Riset

Di bidang layanan pendidikan, Prof. Jusuf menekankan pentingnya penyamaan fasilitas antara kelas kemitraan dan kelas reguler. Fasilitas pembelajaran harus setara agar kualitas layanan tetap terjaga meskipun berasal dari skema kemitraan.

Pada aspek riset, ia meminta setiap program studi menghasilkan satu buku sebagai luaran akademik. Target ini sejalan dengan upaya meningkatkan kontribusi publikasi Pascasarjana.

Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) juga diminta segera menyelenggarakan konferensi internasional untuk memperkuat visibilitas global dan memperluas jejaring akademik. Menurutnya, keberadaan konferensi internasional sangat penting untuk memperkenalkan peran strategis MMB dalam isu kebencanaan dunia.

Tantangan Digital 2026

Memasuki tahun 2026, Pascasarjana UNAIR dihadapkan pada perubahan signifikan dalam tata kelola perkuliahan. Informasi dari Rektorat menyebutkan bahwa pembelajaran akan kembali dilakukan sepenuhnya secara luring. Perubahan ini menuntut kesiapan infrastruktur, perangkat, serta kesepakatan bersama mengenai mekanisme baru pembelajaran.

Prof. Jusuf menekankan bahwa pemilihan platform dan perangkat pembelajaran harus ditentukan sejak awal agar tidak mengganggu kualitas pembelajaran. Konsistensi proses belajar mengajar, baik daring maupun luring, harus tetap terjaga.

Persiapan FGD RPL

Menutup agenda rapat, Prof. Jusuf mengingatkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada 16 Desember pukul 09.30 WIB. FGD ini akan dipimpin oleh Prof. Dr. I Made Narsa SE., M.Si., Ak., CA. RPL diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses mahasiswa yang memiliki pengalaman profesional relevan.

Rapat kerja ini menunjukkan tekad kuat Sekolah Pascasarjana UNAIR untuk menjaga mutu pendidikan, meningkatkan kinerja akademik, serta merumuskan strategi digital yang adaptif dan berkelanjutan menyambut tahun ajaran baru.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT