Surabaya Gedung Putih Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) menjadi saksi terjalinnya kolaborasi lintas peradaban antara UNAIR dan Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta. Kunjungan 80 mahasiswa program magister UNIBA ke UNAIR pada Kamis (4/9/2025) bukan sekadar agenda studi, melainkan silaturahmi akademik yang melahirkan kesepakatan strategis.
Sambutan Hangat Penuh Makna
Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR, menyambut langsung rombongan UNIBA. Dalam sambutannya, ia menyebut kehadiran mahasiswa UNIBA bagaikan pemilik saham peradaban yang siap menampung segala kemajuan bangsa.
Batik itu banyak titik, ujarnya, menggambarkan filosofi di balik nama UNIBA yang melambangkan kebaikan dan kekuatan.
Jalan Cahaya dari Solo ke Surabaya
Prof. Suparto mengibaratkan perjalanan mahasiswa UNIBA dari Surakarta ke Surabaya sebagai sebuah proses pencarian ilmu, observasi, dan penemuan. Ia mengutip Surat Yasin ayat 82 sebagai pengingat bahwa pencarian ilmu tidak boleh sia-sia.
Semester depan harus ada yang sudah masuk sekolah beneran di sini, tantangnya, sekaligus memotivasi mahasiswa UNIBA untuk melanjutkan studi S3 di UNAIR. Ia menegaskan bahwa UNAIR siap memfasilitasi dengan berbagai skema beasiswa bagi mereka yang berpotensi.
Turut mendampingi Prof. Suparto, sejumlah akademisi UNAIR juga hadir, antara lain:
-
Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psi., Koordinator Program Studi Doktor Pengembangan Manusia,
-
Dr. Ira Puspita, S.T., M.T., Ph.D., Ketua Peminatan Analitika Data,
-
Dr. Waode Fifin Ervina Muslihi, S.Gz., M.Imun., Ketua Unit Pengembangan Penelitian,
-
Dr. Tuwanku Aria Auliandri, S.E., M.Sc., Ketua Komunikasi Informasi Publik.
Kehadiran mereka menjadi bukti kesiapan UNAIR untuk membuka kolaborasi dalam riset, penulisan, hingga program akademik lainnya.
UNAIR: Unggul dengan Moralitas dan Dampak Global
Dalam paparannya, Prof. Suparto menyampaikan pesan dari Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., bahwa kampus tidak boleh menjadi Menara Gading, melainkan Menara Air yang mengaliri dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Komitmen ini tercermin dari pencapaian UNAIR yang kini menempati peringkat 28 dunia dalam THE Impact Rankings dan menjadi kampus terbaik nomor satu di Asia Tenggara dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kami adalah kampus yang sangat peduli dengan orang miskin, tegasnya. Hal itu diwujudkan melalui kebijakan beasiswa yang memastikan tidak ada mahasiswa berprestasi gagal karena kendala finansial. UNAIR bahkan dinobatkan sebagai kampus terbaik nomor satu di dunia untuk pencapaian SDG No Poverty (Tanpa Kemiskinan).
Komitmen Kolaborasi Jangka Panjang
Kunjungan akademik ini ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement sebagai wujud komitmen nyata untuk melanjutkan kerja sama. Prof. Suparto berharap sinergi antara UNAIR dan UNIBA dapat terus berkembang, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui jejaring profesional.
Kerja sama ini membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa UNIBA untuk terlibat dalam berbagai program internasional UNAIR, mulai dari joint research hingga joint chapter for academic writing.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




