KPS S2 Imunologi ungkap bahaya stress dan makanan cepat saji serta gaya hidup tidak sehat.
Berita UNAIR Pascasarjana,Rabu 12 Juli 2023 – Pergi untuk menikmati makanan cepat saji (junk food) karena mengalami stres tinggi dialami oleh banyakorang. Mengurangi makan cepat saji menjadi hal yang sulit dilakukan saat mereka dilanda tekanan karenaberagam permasalahan dan tekanan yang dihadapi
Dilansir Times Now News, penelitian baru-baru ini mengungkap peningkatan stres memiliki kaitan dengan konsumsi makanan berkualitas lebih buruk. Stres di wilayah kerja menyebabkan orang lebih sedikit buah dan sayuran namun lebih banyak menyantap makanan cepat saji.
Prof. Theresia Indah Budhy S., Koordinator Prodi S2 Imunologi, mengatakan prinsip yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah pokoknya makan sekilas biasa saja, akan tetapi ternyata punya dampak yang menimbulkan potensi buruk kedepannya.
Menurut guru besar UNAIR yang mengangkat anti kanker dari kelor ini dalam karyanya, situasi dan kondisi kehidupan dengan tingkat stress tinggi ditambah pola dan daya hidup masyarakat saat ini yang cenderung sedikit gerak dan asupan nutrisi yang tidak seimbang adalah pemicunya.
Makanan cepat saji sering menjadi pilihan yang tepat disaat tubuh stress berat, dengan argumen cepat, mudah didapat dan rasanya yang menggugah selera terutama saat mood berantakan. Padahal dalam makanan cepat saji sumber potensi dalam hadirnya NCDs (Non Communicable Disease) atau penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, kanker karena minim serat dan tinggi gula dan kalori.
Asupan nutrisi yang tidak seimbang dan stress tinggi megakibatkan metabolisme tubuh berantakan dan hal ini yang menyebabkan imunitas terganggu, yang lebih fatal bila sampai terjadi autoimun.
Autoimun adalah kondisi dimana metabolism tubuh kacau dan sistem kekebalan tubuh menganggap sel tubuh yang sehat sebagai zat asing. Akibatnya, antibodi yang dilepaskan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat tersebut.
Dirinya menekankan dalam menjaga imunitas tubuh yang ideal yang terpenting adalah tata kelola stress yang tepat, serta nutrisi bagi tubuh yang seimbang dan tepat.
Terkait nutrisi yang seimbang, Professor yang memiliki suara emas dan suka nge band ini menyatakan, jangan takut kekurangan nutrisi di Indonesia, kita punya sungai, laut dan beraneka ragam tanaman yang bisa kita manfaatkan untuk mencukupi nutrisi yang ada.
Cara pandang bahwa vitamin, mineral dan nutrisi hanya bisa didapat dari obat-obatan harus mulaidiubah, dengan memperbanyak dan memasifkan literasi terkait nutris dari tanaman, tumbuhan yangada di sekitar kita termasuk bagaimana memprosesnya.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




