51

51 Official Website

UNAIR Galang Akademisi Dunia Bahas Solusi Krisis Global di Summer School ke-5

Surabaya, 30 Juni 2025 Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) resmi membuka Summer School ke-5 dengan mengusung tema Multidisciplinary Collaboration and Innovation for Sustainable Development. Bertempat di Ruang Majapahit, ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, acara ini diikuti oleh 80 peserta dan 19 profesor dari 28 negara, termasuk wilayah yang tengah menghadapi krisis seperti Palestina, Sudan, dan Afghanistan.

Program internasional ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga panggung dialog global guna merespons krisis multidimensi: mulai dari perubahan iklim, krisis energi dan pangan, hingga ketegangan geopolitik yang kian meningkat.


Panggilan Mendesak untuk Aksi Global

Dalam sambutan pembukanya, Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., selaku Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, menekankan pentingnya momen ini sebagai bentuk komitmen akademik terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Separuh dunia ada di ruangan ini. Kita dipanggil untuk mengakhiri kemiskinan dan ketimpangan sekaligus menyelamatkan planet inisebelum SDGs 2030 hanya tinggal kenangan pahit, tegas Prof. Badri.

Ia juga menyoroti urgensi kolaborasi global di tengah meningkatnya dinamika dunia. Dari konflik Ukraina dan Palestina, hingga dispute geopolitik di Laut Cina Selatan, serta ancaman krisis iklim dan inflasi pangan yang menghantui banyak negara.

Geopolitik boleh memanas, tapi ilmu pengetahuan harus tetap menjadi jembatan kemanusiaan. Di sinilah peran kampus kelas dunia seperti UNAIR dibutuhkan, tambahnya.


Kolaborasi Lintas Disiplin: Solusi untuk Dunia yang Terluka

Program Summer School 2025 dirancang sebagai ruang interaksi interdisipliner dan interkultural, di mana para peserta dari berbagai latar belakang keilmuanmulai dari lingkungan, sosial, teknologi, hingga politikbisa merumuskan solusi bersama.

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan terlibat dalam:

  • Diskusi panel seputar implementasi SDGs,

  • Lokakarya interdisipliner berbasis studi kasus global,

  • Cross-cultural dialogue & international networking.

Pendekatan multidisiplin ini mencerminkan keyakinan bahwa masalah global membutuhkan jawaban kolektif dari berbagai perspektif ilmu dan latar budaya.


UNAIR sebagai Katalisator Perubahan Global

Sebagai perguruan tinggi yang menduduki peringkat ke-9 dunia dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025, UNAIR menegaskan kembali perannya dalam menyuarakan keadilan sosial, lingkungan, dan ekonomi di tingkat global.

Jika kita bisa bersatu di ruangan inidengan latar, bahasa, dan keyakinan berbedamaka harapan bagi dunia masih ada, tutup Prof. Badri menginspirasi seluruh peserta yang hadir dari lima benua.


Menuju Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Summer School ke-5 ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum membangun jejaring global, mendorong inovasi lintas batas, dan menghidupkan kembali semangat kemanusiaan dalam pendidikan tinggi.

Melalui program ini, UNAIR menegaskan identitasnya sebagai kampus berdampak global (a globally impactful university) yang tidak hanya menghasilkan teori, tapi juga solusi nyata bagi dunia.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT