51

51 Official Website

Summer School ke-5 SPS UNAIR Resmi Digelar: Wadah Kolaborasi Global untuk Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Surabaya, 30 Juni 2025 Sekolah Pascasarjana 51 (UNAIR) kembali menyelenggarakan Summer School ke-5, mempertegas komitmennya sebagai pusat akademik internasional yang responsif terhadap tantangan global. Mengusung tema Multidisciplinary Collaboration and Innovation for Sustainable Development, acara ini dibuka secara resmi di Ruang Majapahit, ASEEC Tower, Kampus B UNAIR.

Program ini diikuti oleh 226 peserta dari 36 negara, bersama 21 instruktur internasional dari berbagai latar belakang keilmuan. Kegiatan berlangsung secara hybrid (luring dan daring) untuk mengakomodasi partisipasi global.

Pendekatan Multidisipliner untuk Menjawab Tantangan SDGs

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR, menegaskan bahwa kompleksitas isu global menuntut kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.

Summer School ini bukan sekadar program akademik, tetapi platform untuk membangun jejaring internasional dan merancang masa depan yang lebih inklusif, ujarnya.

Program tahunan yang digelar sejak 2020 ini secara khusus berfokus pada pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Isu seperti kemiskinan, perubahan iklim, kesenjangan sosial, hingga krisis pangan menjadi bahasan utama dalam sesi diskusi interaktif dan kuliah pakar.

Peserta dari Universitas Terkemuka Dunia

Para peserta berasal dari berbagai institusi ternama, seperti:

  • Nanyang Technological University (Singapura)

  • University of Notre Dame (Australia)

  • Charles Darwin University (Australia)

Selain itu, akademisi dan praktisi dari negara-negara dengan isu pembangunan strategis seperti Palestina dan Pakistan juga turut hadir sebagai pembicara, memperkaya perspektif dalam diskusi lintas budaya dan geopolitik.

Mempersiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Prof. Nyoman juga menekankan peran generasi muda sebagai agen perubahan, terutama bagi Indonesia yang akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2045.

Program ini mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif secara budaya dan piawai dalam kolaborasi internasional, jelasnya.

Agenda Kegiatan: Ilmiah dan Budaya

Selain sesi akademik, peserta juga akan mengikuti:

  • Cross-cultural dialogue

  • Sesi budaya dan networking

  • Diskusi kelompok interaktif

Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa saling pengertian antarbangsa dan memupuk kerja sama berkelanjutan lintas disiplin.

Apresiasi untuk Semua Pihak

Prof. Nyoman menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihakdari panitia, dosen, mitra internasional, hingga sponsoryang memungkinkan terselenggaranya acara ini.

Summer School ini adalah bukti nyata dari kekuatan kolaborasi. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk menciptakan dampak global yang lebih luas, ujarnya.

Langkah Nyata Menuju Dunia yang Lebih Berkelanjutan

Summer School ke-5 ini akan berlangsung selama lima hari, dan ditutup dengan pemaparan proyek kolaboratif antarnegara. Program ini diharapkan melahirkan gagasan inovatif dan kemitraan baru dalam mewujudkan dunia yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.

Kita tidak bisa bekerja sendiri. Hanya dengan kolaborasi lintas batas, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik, pungkas Prof. Nyoman.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =

AKSES CEPAT