Wisuda ke-252 51动漫 (UNAIR) menjadi panggung bagi 722 lulusan untuk menapak babak baru dalam hidup mereka. Namun, di antara toga dan senyum kebanggaan, satu nama mencuri perhatian: Jinantiya Baqita, putri asal Kandangan, Kediri, yang ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister dari Sekolah Pascasarjana (SPS) UNAIR.
Dari Desa Terpencil ke Panggung Prestasi
Perjalanan Jinan攕apaan akrabnya攖idak dimulai dari bangku nyaman atau akses pendidikan mudah. Ia dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di kecamatan terpencil, dan sejak SMA sudah membiayai sendiri sekolahnya dengan berdagang jilbab, menjual alat tulis, bahkan beternak bebek.
“Kuliah gak mek gawe duwek, tapi gawe tekad.”
Kalimat sederhana dari sang ibu itu menjadi bahan bakar semangat Jinan hingga hari ini.
Kuliah Sambil Memberdayakan
Menjadi mahasiswa bukan akhir perjuangan. Sembari kuliah, Jinan merintis usaha aksesoris dan makeup, kemudian mengembangkan UMKM tas anyaman yang melibatkan ibu-ibu di sekitarnya. Prinsipnya sederhana namun kuat: ilmu harus berdampak langsung.
“Saya kuliah di Pengembangan Sumber Daya Manusia, jadi saya ingin benar-benar membangun SDM攂ukan hanya teori, tapi praktik lapangan.”
Perjuangannya terbayar ketika ia meraih Beasiswa Unggulan Kemendikbud pada semester tiga, sekaligus tetap menjaga indeks prestasi akademik yang tinggi.
Kepemimpinan yang Melampaui Gelar
Di luar dunia akademik dan bisnis, Jinan aktif sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Kediri serta anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur. Perannya tidak sebatas organisasi, tetapi sebagai pemecah masalah sosial.
“Kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi bagaimana kita bisa jadi solusi.”
“Insecure Justru Setelah Jadi Wisudawan Terbaik”
Tak seperti yang dibayangkan, predikat Wisudawan Terbaik justru memunculkan keraguan dalam dirinya.
“Saya lebih insecure sekarang. Jadi alumni UNAIR saja sudah membanggakan, apalagi menyandang predikat ini. Tanggung jawabnya besar.”
Namun, dari sikap itulah lahir ketulusan. Ia menyadari bahwa gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru kepada masyarakat.
Jangan Takut Bermimpi
Di akhir perjalanannya sebagai mahasiswa, Jinan menyampaikan pesan penuh makna:
“Saya bukan siapa-siapa. Tapi saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Kalau kita punya niat, Tuhan akan kirim jalan. Sekarang giliran saya membantu orang lain meraih mimpinya.”
Kini, dengan gelar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jinan melangkah lebih mantap攎embawa ilmunya kembali ke masyarakat, dari kampus untuk bangsa.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =




