UNAIR NEWS – Kesehatan ibu dan anak adalah kunci masa depan. Untuk itu, mahasiswa KKN menyelenggarakan program Posyandu Care Team secara maraton di tiga lokasi: Posyandu Pajaran 1 pada 8 Januari 2026, Posyandu Pajaran 2 pada 9 Januari 2026, dan Dusun Pepe pada 14 Januari 2026. Program ini bertujuan memperkuat fungsi Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat.
Selain pendampingan operasional, tim melakukan pemeriksaan fisik meliputi tensi darah, cek Hb, gula darah, serta pemeriksaan telinga dan mata. Fokus utama edukasi diberikan pada pelaksanaan di Posyandu Pajaran 2 pada 9 Januari 2026, dimana tim secara spesifik mensosialisasikan bahaya dan pencegahan anemia serta gizi pada balita.
Materi ini menekankan pentingnya bagi ibu-ibu untuk memahami gejala awal anemia dan dampaknya yang dapat menghambat tumbuh kembang balita. Melalui pendekatan “Isi Piringku”, peserta diajak untuk menyusun komposisi makanan seimbang yang kaya akan zat besi sebagai langkah nyata pencegahan anemia. Edukasi ini dilakukan dengan metode komunikatif agar para ibu dapat langsung mempraktikkannya di lingkungan keluarga.
Kegiatan yang diikuti oleh 22 warga ini berjalan sukses berkat kolaborasi dengan perawat dan kader desa. Meski persiapan tergolong singkat, kehadiran tim di Posyandu dan rumah warga terbukti efektif meningkatkan kesadaran mengenai PHBS dan pola asuh sehat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Penulis: Tim BBK 7 Desa Pajaran





