Peri-implantitis adalah kondisi inflamasi yang menyerang jaringan di sekitar implan gigi, sering kali disebabkan oleh keberadaan biofilm bakteri. Dua patogen utama yang terkait dengan peri-implantitis adalah Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa) dan Porphyromonas gingivalis (Pg). Penggunaan antibiotik menjadi pengobatan umum untuk infeksi ini, tetapi meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya adalah ekstrak daun Phyllanthus niruri L., yang dikenal memiliki sifat antibakteri.
Penelitian Wijaksana dkk (2024) bertujuan untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak daun Phyllanthus niruri L. terhadap bakteri Aa dan Pg dengan mengukur konsentrasi hambat minimum (Minimum Inhibitory Concentration, MIC) dan konsentrasi bakterisidal minimum (Minimum Bactericidal Concentration, MBC). Daun Phyllanthus niruri L. diekstraksi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode pengenceran serial pada media agar. Unit pembentuk koloni (Colony Forming Units, CFU) dihitung untuk menentukan nilai MIC dan MBC.
Analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun Phyllanthus niruri L. mengandung flavonoid, alkaloid, tanin/fenol, dan triterpenoid, tetapi tidak mengandung saponin. Uji antibakteri terhadap Aa dan Pg menunjukkan bahwa MIC untuk kedua bakteri adalah 6,25%, di mana terjadi pengurangan pertumbuhan bakteri sebesar 63%. MBC untuk kedua bakteri adalah 12,5%, di mana tidak ada lagi pertumbuhan bakteri yang terdeteksi. Uji statistik menunjukkan bahwa hasil ini signifikan secara statistik (p < 0,05).
Senyawa aktif seperti flavonoid dan alkaloid dalam ekstrak daun Phyllanthus niruri L. diduga berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri atau mengganggu sintesis peptidoglikan. Meskipun konsentrasi MIC dan MBC Phyllanthus niruri L. lebih tinggi dibandingkan beberapa ekstrak alami lainnya, seperti kayu sappan dan daun sirsak, hasil ini tetap menunjukkan potensi antibakteri yang signifikan.
Ekstrak daun Phyllanthus niruri L. memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap patogen penyebab peri-implantitis, Aa dan Pg. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi menjadi alternatif dalam pengobatan peri-implantitis, terutama dalam konteks meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas klinis dan kemungkinan sinergi dengan terapi konvensional.
Penulis: I Komang Evan Wijaksana
Artikel penuh dapat dilihat pada laman:
Wijaksana, I. K. E., Siswanto, O. B., Pinatih, M. T. S., Larasati, D. M., Augustina, E. F., & Savitri, I. J. Evaluating the Antibacterial Potency of Phyllanthus niruri L. Leaf Extract Against Aggregatibacter actinomycetemcomitans and Porphyromonas gingivalis. J Int Dent Med Res 2024; 17(3): 1035-1040.





