Disregulasi peradangan dan apoptosis memainkan peran mendasar dalam perkembangan dan progresi berbagai kondisi kronis dan degeneratif, khususnya gangguan reproduksi seperti pembentukan folikel ovarium kistik. Mediator inflamasi seperti faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α) dan eksekutor apoptosis seperti Caspase-3 diketahui berkontribusi pada stres oksidatif, degenerasi sel, dan gangguan folikulogenesis ovarium. Jalur molekuler ini dianggap sebagai target utama untuk modulasi terapeutik. Nigella sativa (biji jintan hitam) telah lama digunakan dalam sistem pengobatan tradisional karena keserbagunaan farmakologisnya, yang meliputi sifat antiinflamasi, antioksidan, antitumor, dan imunomodulator. Fitokonstituen utamanya, yaitu timokuinon, timohidrokuinon, nigelidin, dan nigelsin, telah menunjukkan potensi aktivitas biologis dalam penelitian in vitro dan in vivo sebelumnya.
Meskipun demikian, profil farmakokinetik terperinci, penilaian risiko toksisitas, dan analisis interaksi molekuler yang menargetkan mekanisme inflamasi dan apoptosis masih terbatas. Kemajuan keminformatika dan alat farmakologi komputasional kini memungkinkan evaluasi in silico sistematis produk alami untuk penggunaan terapeutik. Platform berbasis web seperti SwissADME untuk analisis farmakokinetik, ProTox 3.0 untuk prediksi toksisitas, dan PASS Online untuk prediksi bioaktivitas menyediakan penyaringan senyawa yang cepat dan efisien. Selain itu, docking molekuler telah menjadi metode yang andal untuk mengeksplorasi interaksi pengikatan ligan-protein dan untuk memprediksi potensi aksi farmakodinamik.
Mengingat relevansi terapeutik TNF-α dan Caspase-3 dalam gangguan yang didorong oleh inflamasi dan apoptosis, terutama dalam patologi reproduksi, eksplorasi lebih lanjut senyawa Nigella sativa yang menargetkan molekul-molekul ini diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemiripan obat, toksisitas, bioaktivitas yang diprediksi, dan interaksi penambatan molekuler dari empat senyawa utama Nigella sativa. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi inhibitor target ganda alami yang menjanjikan dari TNF-α dan Caspase-3 yang dapat mendukung pengembangan terapi di masa depan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3: memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitokonstituen Nigella sativa yang menjanjikan dengan aktivitas penghambatan target ganda terhadap TNF-α dan Caspase-3 melalui alur kerja in silico yang komprehensif. Ini adalah studi komputasi terintegrasi pertama yang mengevaluasi keempat fitokimia utama Nigella sativa sebagai inhibitor target ganda terhadap TNF-α dan Caspase-3.
Nigella sativa dikenal luas karena aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulatornya; namun, penilaian in silico sistematis terhadap senyawa fitokimia utamanya terhadap target yang terkait dengan inflamasi dan apoptosis masih terbatas. Studi ini menggunakan pendekatan bioinformatika dan penambatan molekuler terintegrasi untuk mengevaluasi kemiripan obat, toksisitas, bioaktivitas yang diprediksi, dan interaksi ligan protein dari empat konstituen utama Nigella sativa: timokuinon, timohidrokuinon, nigelidin, dan nigelisin. Kemiripan obat dan sifat farmakokinetik dianalisis menggunakan SwissADME, toksisitas diprediksi melalui ProTox 3.0, dan profil bioaktivitas diperkirakan menggunakan PASS Online. Simulasi docking molekuler dilakukan menggunakan AutoDock Vina yang menargetkan TNF-α (PDB: 2AZ5) dan caspase-3 (PDB: 3KJF), diikuti dengan visualisasi interaksi di Discovery Studio 2024. Semua senyawa memenuhi Aturan Lima Lipinski, menunjukkan kemiripan obat oral yang baik, dengan nigellicine menunjukkan skor bioavailabilitas prediksi tertinggi (0,85). Thymoquinone dan thymohydroquinone menunjukkan profil toksisitas teraman, sedangkan nigellidine dan nigellicine menunjukkan kemungkinan risiko spesifik organ. Hasil docking menunjukkan bahwa nigellidine menunjukkan afinitas pengikatan terkuat terhadap TNF-α (“8,2 kkal/mol) dan caspase-3 (“6,7 kkal/mol), membentuk interaksi stabil dengan residu situs aktif utama. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti nigellidine dan nigellicine sebagai inhibitor target ganda yang menjanjikan dengan potensi relevansi terapeutik untuk kondisi yang terkait dengan peradangan dan apoptosis. Karya ini mendukung pengembangan senyawa bioaktif alami dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3 (Kesehatan dan kesejahteraan yang baik).
Penulis: Epy Muhammad Luqman
Judul artikel: Exploring the Anti-Inflammatory and Apoptotic Potential of Nigella Sativa Compounds via Bioinformatics and Molecular Docking
Terbit pada jurnal: Asian Journal of Green Chemistry
Link artikel:





