Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kematian tinggi di seluruh dunia, menduduki peringkat keempat kasus terbanyak secara global. Terapi konvensional seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi sering menimbulkan efek samping jangka panjang. Antara lain penurunan stamina, gangguan gastrointestinal, serta kecemasan pascaoperasi. Oleh karena itu, perlu alternatif pengobatan dengan toksisitas rendah namun efektif.
Salah satu kandidat yang menjanjikan adalahnanopartikel oksida besi (Iron Oxide Nanoparticles/IONPs), yang memiliki sifat superparamagnetik, stabilitas kimia baik, toksisitas rendah, serta kemampuan penetrasi pasif ke membran tumor melalui efekenhanced permeability and retention听(贰笔搁).
Metode Sintesis IONPs
Sintesis IONPs dapat terjadi secara fisik, kimia, maupun biologis. Metode biologis, khususnya berbasis tanaman, menarik perhatian karena ramah lingkungan, sederhana, dan hemat biaya. Tanaman tidak hanya menyediakan senyawa aktif, tetapi juga berperan ganda sebagai agen pereduksi dan penstabil.Okra (Abelmoschus esculentus), yang kaya karbohidrat, protein, fenolik, flavonoid, dan glikosida, sebelumnya telah termanfaatkan untuk sintesis nanopartikel logam. Seperti CuO, Zn, Ag, NiO, dan Se.
Dalam penelitian ini, ekstrak polong okra untuk biosintesis IONPs (IONP-Okra) dengan variasi pH (3, 6, 8, 11). Proses terjadi pada suhu ruang, menggunakan FeSO鈧劼7H鈧侽 sebagai prekursor, dan dikarakterisasi denganUV-Vis spektrofotometri,Particle Size Analyzer (PSA),Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), sertaX-Ray Diffraction (XRD).
Hasil karakterisasi menunjukkan puncak serapan UV-Vis pada 288298 nm, menandakan pembentukan IONPs. pH 8 menghasilkan intensitas serapan tertinggi (1,1662), yang mengindikasikan produksi IONPs paling optimal. Analisis PSA memperlihatkan ukuran partikel bervariasi antara 3280 nm. Dengan nilai polydispersity index (PDI) 0,10,4, menunjukkan distribusi relatif homogen. FTIR mengonfirmasi keberadaan ikatan Fe揙 pada 457530 cm鈦宦, serta gugus fungsi organik dari ekstrak okra yang berperan sebagai penstabil dan pereduksi. XRD menunjukkan pola difraksi yang mengindikasikan struktur amorf dengan fase Fe鈧僌鈧.
Uji Sitotoksisitas
Berdasarkan hasil tersebut, sampel pH 8 dipilih untuk uji sitotoksisitas terhadap sel kanker kolon WiDr menggunakan uji MTT. Sel diuji dengan konsentrasi 10, 25, 50, dan 100 碌g/mL selama 24 jam. Hasilnya, IONP-Okra menunjukkan aktivitas sitotoksik signifikan pada semua konsentrasi dibanding kontrol. Konsentrasi 50 碌g/mL memberikan tingkat viabilitas sel terendah (sekitar 37%). Uji statistik (ANOVA dan post hoc Duncan) mengonfirmasi perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p 鈮 0,05).
Mekanisme sitotoksisitas diduga melalui induksi ferroptosis, yakni kematian sel yang dipicu akumulasi ion Fe dan pembentukan reactive oxygen species (ROS) melalui reaksi Fenton. ROS menyebabkan peroksidasi lipid masif pada membran sel, kerusakan DNA, dan degradasi lisosom, sehingga menghambat proliferasi sel kanker.
Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak okra efektif sebagai agen pereduksi dan penstabil dalam biosintesis IONPs. Selain itu, IONP-Okra memiliki potensi antikanker terhadap sel kanker kolon WiDr secara in vitro. Keunggulan pendekatan ini meliputi metode ramah lingkungan, bahan baku terjangkau, dan kemampuan menghasilkan nanopartikel dengan toksisitas selektif terhadap sel kanker.
Ke depan, penelitian lanjutan perlu untuk mengevaluasi mekanisme molekuler secara lebih detail, menguji biokompatibilitas pada sel normal, serta mengkaji potensi aplikasiin vivo. Jika hasilnya konsisten, IONP-Okra dapat menjadi kandidat terapi alternatif atau komplementer bagi pasien kanker kolorektal, mengurangi ketergantungan pada kemoterapi konvensional yang sering disertai efek samping berat.
Penulis: Dr Suhailah Hayaza SSi MSi
Informasi lengkap artikel: Biosynthesis of Iron Oxide Nanoparticles Using Okra Pods Extract and Its Anticancer Activity on WiDr Colon Cancer Cells





