Malaria pada kehamilan masih menjadi masalah utama bagi kesehatan global. Infeksi oleh Plasmodium falciparum berperan besar terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu serta neonatus. Patofisiologi malaria pada kehamilan bersifat kompleks dan dipicu oleh sekuestrasi parasit di plasenta. pelepasan sitokin proinflamasi yang berlebihan terutama tumor necrosis factor alpha (TNF-伪), serta gangguan proses remodeling vaskular plasenta. Rangkaian proses tersebut bermuara pada terjadinya insufisiensi plasenta, hambatan pertumbuhan janin intrauterin, kelahiran prematur, serta peningkatan risiko lahir mati. Meskipun telah terdapat berbagai kemajuan dalam strategi pengendalian malaria, beban malaria pada kehamilan masih tetap tinggi, dan pilihan terapi yang aman, efektif, serta mudah diakses masih terbatas, terutama di negara dengan sumber daya rendah. Rejimen antimalaria konvensional seperti Artemisinin-Based Combination Therapy (ACT) masih menjadi standar terapi yang umum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi fraksi buah Syzygium cumini dalam memodulasi kadar TNF-伪, mempertahankan integritas arteri spiral plasenta, serta memperbaiki janin pada hewan model mencit bunting yang terinfeksi Plasmodium berghei. Penelitian ini menggunakan mencit bunting trimester kedua (n = 5 per kelompok) yang diinfeksi Plasmodium berghei strain ANKA. Setiap mencit diinfeksi secara intraperitoneal dengan 0,2 mL phosphate-buffered saline yang mengandung sekitar 1 脳 10鈦 eritrosit terinfeksi, yang diperoleh dari mencit donor dengan parasitemia 2030%. Hewan coba dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal (K1), kontrol terinfeksi tanpa perlakuan (K2), kontrol obat yang diberi dihidroartemisinin損iperaquine (5 mg/kg berat badan, per oral), serta tiga kelompok perlakuan yang menerima fraksi buah Syzygium cumini dengan dosis 600 mg/kg (P1), 800 mg/kg (P2), dan 1200 mg/kg (P3).Hasilnya menunjukkan Kadar TNF-伪 plasenta menurun secara signifikan pada seluruh kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol terinfeksi (K2), dengan penurunan terbesar ditemukan pada dosis 1200 mg/kg (P3, p < 0,05). Analisis histologis menunjukkan bahwa kelompok P2 dan P3 mengalami perbaikan yang signifikan pada diameter dan ketebalan dinding arteri spiral, sedangkan kelompok P1 menunjukkan perubahan yang bersifat moderat. Panjang tubuh janin meningkat secara bermakna pada seluruh kelompok perlakuan (p < 0,05), dan berat badan janin pada kelompok P3 mendekati kelompok kontrol normal (K1). Fraksi buah Syzygium cumini menunjukkan sifat antiinflamasi, mampu memperbaiki fungsi plasenta, serta mendukung pertumbuhan janin. Temuan ini menunjukkan potensi Fraksi buah Syzygium cumini sebagai agen terapi alami pendamping dalam pengelolaan komplikasi malaria selama kehamilan.
Penulis : Lilik Maslachah
Judul artikel : Antimalarial and Antioxidant Effects of Syzygium cumini (L.) Skeels (Myrtaceae) Fruit Fraction in Plasmodium berghei揑nfected Pregnant Mice
Nama Jurnal : Tropical Journal of Natural Product Research
Link Jurnal :
Link Artikel :





