51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Antioksidan pada Ekstrak Ubi Jalar pada Penurunan Kadar Malondialdehid Serviks

Foto by SehatQ

Merokok merupakan salah satu ancaman yang serius pada kesehatan manusia, yang saat ini sedang dihadapi oleh beberapa negara di dunia, salah satunya adalah negara Indonesia. Asap dari pembakaran rokok mengandung senyawa oksidan yang dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Radikal bebas sebagai salah satu bentuk Reactive Oxygen Species (ROS) dalam tubuh. Dalam keadaan normal, ROS didalam tubuh berperan dalam proses fisiologis, akan tetapi, jika terjadi peningkatan produksi ROS akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara ROS dan antioksidan yang dapat menimbulkan terjadinya stress oksidatif.

Stres oksidatif dapat menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid dapat ditentukan dengan mengukur malondialdehid (MDA) yang merupakan produk akhir yang terbentuk dari reaksi ROS dengan asam lemak dari membran sel. Peroksidasi lipid tersebut akan menyebabkan terputusnya rantai asam lemak menjadi berbagai senyawa toksik dan menyebabkan kerusakan pada membran sel

Salah satu tumbuhan yang mengandung antosianin adalah ubi jalar ungu, Senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu diketahui dapat berfungsi sebagai antioksidan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jang et al., (2011),  pemberian antosianin dapat menurunkan konsentrasi 8-hydroxy-2′-deoxyguano-sine (8-OhdG) yang merupakan penanda terjadinya stress oksidatif setelah tikus jantan dibuat varicocele.

Dari temuan peneliti didapatkan hasil yang signifikan bahwa antosianin yang terkandung pada ubi jalar varietas ungu kultivar Gunung Kawi dapat menurunkan kadar MDA serviks, pada tikus yang dipapar asap rokok. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sebelumya telah dilakukan oleh Jang et al., (2011),  yang membuktikan bahwa pemberian antosianin dengan dosis 80 mg/kgBB dapat memberikan efek yang signifikan terhadap penurunkan konsentrasi 8-hydroxy-2′-deoxyguano-sine (8-OhdG) yang merupakan penanda terjadinya stress oksidatif pada tikus jantan yang dibuat varicocele.Demikian juga dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Zhao et al, (2013) menyebutkan bahwa kerja antosianin sebagai antioksidan, mampu meningkatkan antioksidan enzimatis yang ada didalam tubuh seperti GSH-PX dan SOD. Selain itu antosianin juga memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar MDA yang merupakan salah satu indikator dari terjadinya stres oksidatif.

Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan memperluas pengukuran tidak hanya terbatas pada radikal bebas saja, melainkan juga dilakukan pengukuran terhadap zat kimia atau karsinogen yang  dihasilkan dari asap rokok.

Penulis: Linda Purwaningsih, Baharika Suci Dwi Aningsih, Syahrida Wahyu Utami, Astika Gita Ningrum, Retty Ratnawati, Umi Kalsum, Tatit Nurseta

Untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui link berikut:

DOI: :

AKSES CEPAT