Kuman (bakteri), makhluk hidup yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Bakteri ada yang memiliki sifat sebagai patogen (penyebab penyakit) dan ada yang nonpatogen (dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan) bagi manusia.
Salah satu manfaat bakteri bagi manusia adalah kemampuannya dalam menghasilkan senyawa kimia berupa biosurfaktan yang bersifat bioinsektisidal (membunuh serangga). Biosurfaktan adalah bahan aktif yang dihasilkan oleh bakteri dan dapat dikembangkan untuk mengendalikan serangga vektor penyakit maupun hama tanaman.
Biosurfaktan dapat diperoleh dari hasil aktivitas metabolisme mikroba di dalam tubuhnya. Salah satu jenis biosurfaktan yang dapat dimanfaatkan pada penelitian ini adalah surfaktin. Senyawa ini dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang di kehidupan manusia.Surfaktin diketahui telah dapat digunakan di bidang industri, makanan, farmasi, maupun kosmetik. Selain itu, surfaktin juga dapat berperan sebagai agen anti serangga, anti jamur, maupun anti bakteri. Tidak hanya itu, surfaktin juga dapat digunakan untuk mengurangi konsentrasi molekul pencemar pada lingkungan tercemar, seperti minyak dan logam berat. Jadi biosurfaktan yang diproduksi bakteri lokal ini bersifat multi fungsi.
Dari banyaknya manfaat inilah yang melatarbelakangi Dr. Salamun, Drs., M.Kes dan TIM untuk melakukan penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam proses produksi dan pengembangan biosurfaktan lebih lanjut, khususnya memanfaatkan Bacillus subtilis BK7.1 isolat lokalyang diperoleh dari Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, Indonesia.
Secara umum, untuk memperoleh surfaktin dari bakteri ini, perlu dilakukan adanya beberapa tahapan. Mulai dari skrining aktivitas biosurfaktan berupa penurunan tegangan permukaan, aktivitas emulsifikasi, hingga mencari gen yang menentukan keberadaan dari suraktin tersebut, bahkan upaya produksi di berbagai substrat. Hasil yang didapatkan pada beberapa tahapan uji tersebut, menunjukkan bahwa bakteri Bacillus subtilis BK7.1 dapat menghasilkan biosurfaktan jika dibiakkan di berbagai substrat. Indikator ini menunjukkan bahwa surfaktin berpotensi antara lain sebagai bioinsektisida yang dapat digunakan untuk mengontrol kelangsungan hidup (survival) serangga penular penyakit dan hama tanaman, sehingga keberhasilan penelitian ini akan berkontribusi pada bidang kesehatan maupun pertanian.
Peneliti: Salamun, Rizky Danang Susetyo, Ni™matuzahroh, Fatimah, Almando Geraldi, Agus Supriyanto, Tri Nurhariyati, Farah Aisyah Nafidiastri, Nabilatun Nisa™.
Jurnal: Biosurfactant production of entomopathogenic Bacillus subtilis BK7.1, as potential biocontrol bacteria, isolated from Baluran National Park, East Java, Indonesia. BIODIVERSITAS. Volume 24, Nomor 3, Pages 1785 – 1792. 2023.





