Penelitian sebelumnya tentang brazilein telah menunjukkan perubahan warna akibat variasi pH. Studi ini lebih lanjut mengeksplorasi potensi ekstrak etanol dari kayu Secang/Sappan sebagai agen pendeteksi logam. Studi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG-6 (air bersih dan sanitasi), dengan memajukan teknik deteksi yang ramah lingkungan dan membantu dalam pemantauan kesehatan lingkungan dan masyarakat. Melalui pengamatan visual dan analisis UV, perubahan warna ekstrak kayu sappan dapat diamati dengan jelas. Analisis komputasi juga dilakukan untuk menilai stabilitas dan energi pembentukan kompleks. Ekstrak kayu sappan berwarna kuning; ketika Pb(NO3)2 dan Pb(OAc)2 ditambahkan, warnanya berubah menjadi merah muda dengan absorbansi maksimum pada 位max = 462 nm dan 位max = 512 nm. Penambahan FeCl3 dan Fe(NO3)2 menghasilkan warna krem 媼dengan maksimum absorbsi pada 位max = 436 nm dan 位max = 454 nm. Penambahan CuSO4 menghasilkan warna peach dengan maksimum absorbsi pada 位max = 444 nm dan 位max = 500 nm. Stabilitas pembentukan khelat, yang dihitung menggunakan DFT, menunjukkan bahwa kompleks Fe adalah yang paling stabil, dengan nilai energi interaksi E(2) tertinggi sebesar 1907,83 kkal/mol. Kompleks Cu menunjukkan pembentukan yang sangat stabil dengan energi sebesar 824,90 kkal/mol, sedangkan kompleks Pb menunjukkan pembentukan yang kurang stabil dengan energi sebesar 296,71 kkal/mol.
Penulis: Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si.
Link:
Rasayan Journal of Chemistry Vol. 18 | No. 4 | 2556-2563 | October-December | 2025
Article type: Research article.





