Kanker payudara merupakan kasus keganasan kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Pada tahun 2018, diperkirakan sekitar satu kasus baru kanker payudara didiagnosis dari setiap 18 detik dan 626.679 wanita meninggal karena kanker payudara. Insiden global kanker payudara meningkat sebesar 3,1% setiap tahun, dari 641.000 kasus pada tahun 1980 dan menjadi lebih dari 1,6 juta kasus pada tahun 2010. Selama 10-15 tahun terakhir, konsep pengobatan kanker payudara berkembang dengan menekankan terapi biologis, untuk mengurangi efek samping.dari pengobatan konvensional. Mekanisme inisiasi kanker payudara tidak diketahui, namun banyak upaya telah dilakukan untuk mengkarakterisasi kanker payudara secara molekuler, menggambarkan pembentukan dan perkembangan kanker. Peradangan oleh paparan lingkungan terhadap zat, seperti agen karsinogenik, dapat meningkatkan perkembangan dan perkembangan kanker, dan lingkungan mikro inflamasi merupakan komponen penting dari pembentukan tumor. Oleh karena itu, respon imun inflamasi secara luas terdeteksi pada individu dengan kanker.
Pada kanker payudara, adanya tumor-infiltrating lymphocytes dengan rasio membran permukaan limfosit, yaitu rasio CD4+/CD8+ yang tinggi merupakan indikator prognosis yang buruk. Ekspresi kadar sitokin dan kemokin dalam lingkungan mikro tumor dapat mendorong atau menghambat perkembangan dan progresi tumor. IFN-纬 dan IL-10 merupakan sitokin yang dapat mengontrol imun dan lingkungan inflamasi, sehingga berperan sebagai molekul anti tumor. Sebaliknya, IL-1, IL-6, TNF-伪, dan TGF-尾 juga dapat memicu progresi tumor.
Konsumsi komponen fitokimia dari tanaman dapat memainkan peran penting dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam famili Malvaceae yang banyak dikonsumsi di berbagai negara. Karena nilai obatnya yang luas, okra telah digunakan untuk mengobati banyak penyakit. Studi in vitro pada sel kanker payudara manusia dengan tipe MCF7 telah mengungkapkan bahwa protein lektin yang diisolasi dari okra dapat menginduksi hingga 63% penghambatan pertumbuhan sel. Sejalan dengan itu, penelitian Wahyuningsih dkk. tahun 2018 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak polisakarida okra meningkatkan respon imun melalui peningkatan aktivitas sel TNF-伪, IFN-纬, dan NK pada mencit yang mengalami inflamasi akibat infeksi bakteri. Terlepas dari bukti tersebut, studi tentang aktivitas ekstrak etanol buah okra merah sebagai agen anti kanker payudara belum dilakukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak etanol buah okra merah sebagai agen anti kanker payudara pada mencit yang diinduksi N-methyl-N-nitroso urea (NMU). Aktivitas antikanker dinilai pada preparat histologis organ payudara, sel T CD4+/CD8+ dari organ limpa, dan beberapa sitokin esensial yang terlibat dalam kanker payudara, seperti IL-1, IL-6, TNF-伪, IFN- , TGF-尾, dan IL-10, dalam serum darah tikus.
Ekstrak etanol buah okra merah dapat memodulasi respon imun dengan cara (1) menurunkan regulasi IL-1, IL-6, TNF-伪, IFN-纬, TGF-尾, dan IL-10, untuk mencegah overekspresi sitokin pro-inflamasi, (2) meningkatkan aktivitas sel T CD4+ dan CD8+, meningkatkan respon imun terhadap kanker, dan (3) melindungi epitel kelenjar susu dari penebalan akibat proliferasi sel kanker. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah okra merah dapat bertindak sebagai agen anti-kanker dengan memodulasi respon imun. Namun, penelitian ini mungkin menunjukkan keterbatasan. Studi tambahan menggunakan sistem nanopartikel diperlukan untuk fungsi optimal senyawa bioaktif.
Penulis: Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Dra., M.Si.
Sumber:
Anti-cancer activity of an ethanolic extract of red okra pods (Abelmoschus esculentus L. Moench) in rats induced by N-methyl-N-nitrosourea
Manikya Pramudya, Firli Rahmah Primula Dewi, Richard W. Wong, Devinta Wahyu Anggraini, Dwi Winarni and Sri Puji Astuti Wahyuningsih
Veterinary World, 15(5): 1177-1184.
EISSN: 2231-0916
doi:
Received: 10-01-2022, Accepted: 23-03-2022, Published online: 12-05-2022





