51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Daun Bidara Sebagai Terapi Tambahan Terhadap Cell Line Kanker Payudara

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel payudara yang tidak terkendali dan tidak teratur.1 Kanker payudara juga dapat menyebar ke organ lain. Sebagian besar sel tumor berasal dari epitel saluran dan lobulus payudara, terutama pada unit duktus-lobular terminal dan lebih dari 75% merupakan karsinoma duktal invasif yang tidak disebutkan secara spesifik (IDC-NOS). Lokasi metastasis kanker payudara yang paling umum adalah paru-paru dan pleura (15-20%), tulang (20-60%), hati (5-15%), otak (5-10%) dan metastasis lokal/regional (20). -40%).

Kanker payudara merupakan penyakit heterogen dengan subtipe tumor yang berbeda-beda, yang umumnya didasarkan pada reseptor hormon (HR) dan ekspresi HER2 (misalnya subtipe luminal, HER2, dan triple-negatif). Subtipe ini berbeda dalam biologi, prognosis, strategi pengobatan, dan pola metastasis. Penyebab kanker payudara sangat multifaktorial dan saling mempengaruhi yaitu beberapa faktor endogen dan eksogen serta interaksi faktor genetik. Sekitar 95% kanker disebabkan oleh gaya hidup dan peradangan sebagai penyebab utamanya.

Angka kejadian dan kematian pada pasien kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya. Prevalensi kejadiannya 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Lebih dari 250.000 kasus baru kanker payudara didiagnosis setiap tahun di seluruh dunia, di Eropa sekitar 175.000 kasus dan lebih dari 165.000 pasien meninggal jika tidak ditangani dengan baik. Di Amerika Serikat, 44.000 pasien meninggal karena kanker payudara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 2,3 juta wanita akan didiagnosis menderita kanker payudara pada tahun 2020, dengan 685.000 kematian di seluruh dunia. Kanker payudara akan didiagnosis pada 7,8 juta wanita hidup dalam 5 tahun terakhir pada akhir tahun 2020, menjadikannya kanker yang paling sering terjadi di dunia. Lebih dari separuh kematian akibat kanker payudara terjadi di Asia, dengan Asia Tenggara menyumbang 15% dari seluruh kematian. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus kanker ditemukan sudah stadium lanjut.

Selama kemoterapi, pasien akan mengalami efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping kemoterapi terjadi karena obat kemoterapi sangat kuat dan menyerang sel kanker dan sel sehat, terutama sel yang membelah dengan cepat. Efek samping mungkin timbul selama pengobatan atau setelah selesai. Rambut rontok bahkan kebotakan yang bisa terjadi selama kemoterapi, kelainan sumsum tulang seperti berkurangnya hemoglobin, trombosit, dan sel darah putih sehingga membuat tubuh lemas, letih, sesak napas, mudah berdarah, dan mudah terinfeksi, adalah beberapa di antaranya. efek samping dari terapi ini. Kulit menjadi biru/hitam, kering, dan gatal; mulut dan tenggorokan timbul sariawan, terasa kering, dan sulit menelan; mual dan muntah; nyeri saluran pencernaan; produksi hormon terganggu; nafsu seksual dan kesuburan berkurang. Intensitas efek samping kemoterapi ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain jenis obat kemoterapi yang digunakan, kondisi tubuh pasien, berat badan, usia, dan kondisi psikologis.

Telah lama diketahui bahwa induksi apoptosis pada sel kanker oleh senyawa alami merupakan target utama pencegahan dan terapi kanker. Apoptosis adalah bentuk kematian sel yang aktif dan sangat diatur di mana sel-sel yang rusak dan bermutasi, yang berpotensi membahayakan seluruh organisme, dihilangkan secara alami tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, identifikasi produk alami berdasarkan mekanisme kerjanya dapat berperan penting dalam pengembangan obat kemoterapi alternatif baru. Produk alami berfungsi sebagai prototipe kimia penting untuk penemuan molekul baru dan terus menjadi sumber utama obat yang paling menjanjikan, khususnya di bidang antikanker. Berdasarkan hasil studi literatur diperoleh 20 artikel, dan hanya 5 artikel yang benar-benar menjelaskan potensi daun bidara melawan kanker payudara. Selain itu, penelitian mengenai potensi rebung sebagai agen anti kanker payudara masih jarang.

Daun bidara (Zizipus sp.) telah terbukti secara ilmiah mengandung beberapa fitokimia yang memiliki sifat anti kanker yang signifikan. Penelitian pada fraksi heksana dan etanol daun bidara menemukan adanya kandungan alkaloid, saponin, terpenoid dan steroid yang memiliki aktivitas pembasmi radikal yang kuat, efek penghambatan pertumbuhan kanker dan memberikan efek anti-karsinogenik dengan mengatur kadar Reactive Oxygen Species (ROS), kaskade transduksi sinyal. , angiogenesis, dan proliferasi sel.12 Selanjutnya artikel review ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa jenis daun bidara yang mengandung senyawa dan aktivitas antikanker yang berpotensi sebagai alternatif pengobatan kanker payudara melalui review naratif.

Daun bidara yang telah diteliti memiliki aktivitas antikanker payudara seperti Ziziphus spina christi, Zizyphus mauritiana, Ziziphus nummularia dengan berbagai aktivitas seperti antiproliferatif, proapoptosis, dan proinflamasi pada sel kanker payudara seperti MCF 7, T-47D, SKBR3. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui senyawa aktif Ziziphus spina christi, Zizyphus mauritiana, Ziziphus nummularia untuk obat antikanker.

Penulis: Alexander Patera Nugraha

Link:

AKSES CEPAT