51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Daun Kari sebagai Obat Penyakit Edwardsiellosis

Potensi Daun Kari sebagai Obat Penyakit Edwardsiellosis
Daun Kari / Murraya koenigii (sumber: ladybirdnursery)

Ikan gurami (Osphronemus goramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan biaya pemeliharaannya yang relatif rendah dan mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan perairan. Namun, penyakit edwardsiellosis yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda merupakan ancaman bagi ikan gurami budidaya karena dapat menyebabkan kematian dan kerugian bagi pembudidaya. Salah satu solusi potensial untuk mengatasi penyakit tersebut adalah dengan memanfaatkan ekstrak dari daun kari (Murraya koenigii) yang mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan engaruh daun kari pada ikan gurami yang terserang penyakit edwarsiellosis.

Metode dan Hasil

Penelitian ini menggunakan kombinasi metode eksperimental dan deskriptif dengan 2 tahap. Tahap pertama adalah melakukan ekstraksi senyawa antibakteri dan karakterisasi pada daun kari. Kemudian, selnjutnya dengan penilaian aktivitas antibakteri terhadap Edwardsiella tarda (bakteri penyebab edwardsiellosis). Tahap kedua melibatkan penerapan ekstrak kasar daun kari, yang biasa terkenal karena sifat antibakterinya, pada ikan gurami yang terserang penyakit edwardsiellosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kari mengandung alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, dan tanin. Semua kandungan tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. tarda.

Penerapan ekstrak kasar daun kari ini juga mempunyai dampak besar terhadap profil hematologi ikan gurami yang terinfeksi E. tarda. Dosis paling efektif dalam mengobati edwardsiellosis pada ikan gurami adalah 600 mg/L. Menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan berbagai parameter hematologi, termasuk hematokrit, hemoglobin, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan neutrofil. Selain itu, analisis histopatologis menunjukkan perbaikan kondisi jaringan, dengan skor degenerasi, kemacetan, dan nekrosis yang lebih rendah dengan menggunakan dosis tersebut. Selanjutnya, tingkat kelangsungan hidup ikan gurami pada perlakuan dosis 600 mg/L mencapai angka tertinggi yaitu 83,33%. Hasil ini menunjukkan potensi daun kari sebagai alternatif yang efektif untuk pengobatan Edwardsiellosis pada ikan gurami.

Penulis: R. Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Si.

Link:

Baca juga: Menekan Angka Persentase NEET di Indonesia Melalui Pendekatan Spasial

AKSES CEPAT