Madu merupakan zat alami dengan tekstur yang sangat jenuh atau semi-padat. Madu diproduksi oleh lebah Apis mellifera dari berbagai sumber, termasuk nektar tanaman, sekresi tanaman, dan ekskresi serangga yang memakan bagian tanaman yang masih hidup. Madu terdiri dari campuran rumit lebih dari 200 zat organik dan anorganik yang beragam, termasuk air dan gula. Komposisi madu dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti asal tumbuhan, kondisi penyimpanan, dan sumber geografis. Sepanjang sejarah, madu telah dikenal luas sebagai sumber pengobatan dan terapi tradisional yang berharga. Khasiatnya dalam menyembuhkan berbagai penyakit telah diakui sejak zaman kuno. Madu Sidr Yaman, yang secara eksklusif diproduksi di Yaman, adalah salah satu varietas madu monofloral yang paling terkenal. Selama berabad-abad, madu telah digunakan sebagai bentuk pengobatan komplementer dan alternatif, yang dikenal sebagai apitherapy, untuk mengobati berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk penyakit periodontal, stomatitis, kandidiasis mulut atau sariawan, halitosis, sariawan, dan penyembuhan rongga setelah pencabutan gigi. Selain itu, madu telah digunakan untuk efek pencegahan terhadap pembentukan plak gigi, yang dapat menyebabkan karies gigi, radang gusi, dan periodontitis.
Karakteristik anti inflamasi dan anti bakteri dari madu diketahui dapat menstimulasi pembentukan jaringan granulasi baru, yang dapat membantu memperbaiki sel-sel yang rusak akibat infeksi mulut. Meskipun telah ada beberapa penelitian yang dilakukan mengenai efek positif dari madu, namun penelitian mengenai efek madu Sidr dari Yaman masih terbatas, khususnya tentang efek terhadap sel-sel tertentu seperti fibroblas dan osteoblas. Nantinya, potensi dari madu dapat digunakan sebagai pendekatan alternatif untuk perawatan konvensional bagi penyakit periodontal. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan di bidang perawatan berbasis regenerasi untuk penyakit periodontal. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi efek menguntungkan dari madu Sidr dari Yaman pada sel fibroblas gingiva dan osteoblas, khususnya dalam hal kelangsungan hidup dan proliferasi sel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa madu Sidr dari Yaman memiliki efek viabilitas pada sel fibroblas dan osteoblas, yang menunjukkan biokompatibilitas dan sifat tidak toksiknya terhadap jenis sel tersebut.
penulis: Prof. Dr. Rini Devijanti Ridwan, drg., M.Kes.





