Siapasih yang tidak kenal kopi? Pasti diantara kalian ada yang suka ngopi. Bukan berarti ngopi paste, tetapi menikmati seduhan kopi. Tanaman satu ini merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Penelitian mengungkapkan meminum kopi secara rutin akan mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2, kerusakan liver, kanker bahkan Alzheimer (Bae et al., 2014). Hal ini dikarenakan kopi mengandung berbagai macam senyawa bioaktif seperti kafein, asam klorogenat, polifenol, diterpen dan senyawa fenolik lainnya (Pourshahidi et al., 2016). Umumnya, masyarakat mengambil bagian bijinya untuk dijadikan minuman teman makan gorengan atau teman menikmati senja. Namun, taukah anda bahwa daun tanaman kopi juga bisa bermanfaat untuk pengobatan infeksi bakteri pada ikan?
Penelitian yang dilakukan oleh Sulistyoningrum et al. (2023) mengkaji tentang potensi ekstrak dari daun kopi yang digunakan sebagai pengobatan infeksi motil aeromonas septicemia (MAS) pada ikan mas. MAS merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri ini tergolong dalam bakteri pathogen yang bersifat oportunistik, yaitu akan menginfeksi ikan apabila system kekebalan tubuh ikan dalam keadaan lemah. Gejala klinis dari penyakit ini diantaranya adalah terdapat luka atau borok pada kulit, hemoragi, peradangan, sirip dan ekor geripis, exophthalmia hingga perut yang menggembung. Serangan infeksi ini dikatakan cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian 60-100% dalam jangka waktu 2-11 hari. Upaya pengobatan infeksi MAS ini banyak dilakukan dengan menggunakan antibiotic. Namun karena adanya efek negative yang ditimbulkan oleh antibiotic salah satunya peningkatan resiko resistensi bakteri sehingga penggunaan antibiotic mulai dibatasi dan digantikan dengan fitoterapi. Fitoterapi merupakan metode pengobatan yang memanfaatkan bahan tanaman obat atau herbal yang diklaim aman dan tidak menimbulkan efek samping layaknya antibiotic.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sulistyoningrum et al. (2023), ekstrak etanol daun kopi dapat meningkatkan kelulushidupan ikan yang telah diinfeksi Aeromonas hydrophila. Selama 7 hari pemberian pakan yang mengandung ekstrak daun kelor terjadi peningkatan profil darah seperti total eritrosit, hemoglobin, dan total leukosit yang mengindikasi adanya penyembuhan infeksi. Pada akhir penelitian, nilai kelulushidupan tertinggi dihasilkan oleh perlakuan pemberian 50% ekstrak daun kopi. Oleh karena itu, ekstrak daun kopi dapat digunakan untuk pengobatan Aeromonas hydrophila dengan dosis optimum 50%. Lebih lanjut penelitian ini mengungkapkan bahwa aktivitas antibakteri yang dimiliki oleh ekstrak daun kopi berkaitan dengan adanya kandungan fitokimia seperti flavonoids, steroid, terpenoid, polifenol dan saponin.
Penulis: Hapsari Kenconojati, S.Si., M.Si.
Jurnal: Cyprinus carpio hematological changes after dietary Coffea canephora leaf extract for Aeromonas hydrophila infection





