51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Potensi Ekstrak Tanaman Saffron Sebagai Imunoprotektor pada Kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Pada penelitian kami sebelumnya telah terbukti bahwa ekstrak tanaman Saffron (Crocus sativus L.) memiliki efek antihiinflamasi dan dapat melindungi liver dari kerusakan akibat stres oksidatif. Bagian-bagian tanaman herbal tersebut sering digunakan juga sebagai campuran bahan makanan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Pada penelitian terbaru, tim peneliti kami membuktikan adanya efek imunoprotektif dari ekstrak tanaman Saffron dalam dosis tertentu. Potensinya sebagai agen yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh diteliti melalui percobaan menggunakan hewan coba yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR), di mana kasus BBLR saat ini erat kaitannya dengan hambatan tumbuh-kembang pada anak.

Dari hasil penelitian sebelumnya yang telah diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi, dosis optimal ekstrak Saffron telah didapatkan dan diaplikasikan pada kasus BBLR. Pada BBLR, selain berat badan yang berada di bawah 10 persentil rerata normal pada suatu sampel populasi, maka organ-organ Perifer termasuk limpa biasanya akan mengalami penurunan berat dan dapat mengakibatkan alterasi sistem imun tubuh. Limpa merupakan organ penting yang menyaring sel-sel darah merah yang telah rusak agar siklus regenerasinya dapat berjalan dengan baik dan tidak mengakibatkan terjadinya anemia maupun penurunan kadar oksigen yang ditransportasikan ke seluruh sel tubuh. Area tertentu pada limpa juga merupakan pusat produksi dan pengaturan sel-sel limfosit B dan T yang berperan dalam sistem daya tahan tubuh seluler adaptif. Sistem ini sangat penting untuk melawan berbagai patogen kuman yang masuk ke dalam tubuh. Dari hasil penelitian tim kami temukan bahwa pemberian ekstrak Saffron dapat mengurangi efek negatif kerusakan area-area limpa yang mengontrol siklus sel-sel limfosit B dan T sehingga diharapkan dapat menurunkan efek negatif dari BBLR pada sistem imun tubuh. Bila dibandingkan dengan efek setelah pemberian asam folat sebagai vitamin yang juga telah dilaporkan terbukti memiliki efek imunoprotektif, maka ekstrak tanaman Saffron juga memiliki efek positif serupa. Selain itu, sebagaimana terbukti dapat menurunkan efek inflamasi seluler pada limpa, ekstrak tanaman ini akan dapat mencegah kematian sel limfosit akibat stres oksidatif terkait hipoksia-iskemia jaringan yang terjadi pada kasus BBLR. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut ke tahap uji klinis untuk membuktikan efek imunomodulator ekstrak tanaman Saffron pada limpa yang mengalami gangguan pada kasus-kasus BBLR. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus, dan diharapkan memiliki dampak penyebaran hasil penelitian yang luas bagi peneliti lain dalam bidang ini.

Penulis: Prof. Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.

Artikel lengkap dapat dibaca di:

Pering RM, Kalanjati VP, Abdurachman A, Zogara AU, Susanto J. Effects of Saffron (Crocus sativus L.) vs. Folic Acid on Spleen Structure and Function in Intrauterine Growth Restriction. Trop J Nat Prod Res. 2025; 9(11): 5456 “ 5463

AKSES CEPAT