51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Endofit Tanaman Obat sebagai Antimikroba

Sumber: https://www.mdpi.com/2674-1334/4/2/26
Sumber: https://www.mdpi.com/2674-1334/4/2/26

Tanaman obat telah lama menjadi sumber penting dari berbagai produk alami dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak standar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 80% populasi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin bergantung pada obat tradisional untuk perawatan kesehatan primer. Dalam beberapa dekade terakhir, mikroorganisme endofit yang hidup di dalam tanaman telah mendapatkan perhatian karena kemampuannya untuk menghasilkan senyawa bioaktif dengan potensi terapeutik yang signifikan.

Meningkatnya laporan resistensi antimikroba di antara mikroorganisme patogen terhadap obat-obatan yang berharga dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan manusia. Dengan demikian, banyak antimikroba menjadi kurang efektif atau bahkan tidak efektif. Hal ini menyebabkan perlunya pencarian yang lebih intensif untuk senyawa bioaktif baru untuk pengobatan klinis. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai strategi untuk menyelamatkan ancaman resistensi antibiotik telah disarankan. Salah satu pendekatan yang disarankan adalah dengan menggabungkan molekul bioaktif lain dengan antimikroba yang gagal yang secara praktis dapat mengembalikan aktivitas antimikroba yang diinginkan. Kedua, skrining tanaman obat asli yang mewakili sumber yang kaya akan agen antimikroba baru untuk senyawa bioaktif.

Telah diketahui bahwa lebih dari 30% obat-obatan modern secara langsung atau tidak langsung berasal dari senyawa yang relevan secara farmakologis, yang berlimpah di dalam metabolit tanaman. Meskipun demikian, mengekstraksi metabolit sekunder (SM) dari tanaman obat menggunakan pendekatan tradisional menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan pada musim, kesenjangan antara pasokan dan permintaan, penipisan keanekaragaman hayati, status terancam punah beberapa spesies tanaman, ketidakstabilan lingkungan dan geopolitik, dan meningkatnya biaya. Oleh karena itu, minat penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah dialihkan untuk menyelidiki mikrobiota tanaman obat untuk senyawa bioaktif baru yang aman untuk penggunaan klinis guna mengatasi kekhawatiran akan patogen baru yang hipervirulen dan kebal terhadap berbagai obat serta kondisi kesehatan yang mengancam jiwa lainnya. Oleh karena itu, eksplorasi dan bioprospeksi mikroorganisme endofit tanaman obat untuk senyawa terapeutik baru menawarkan alternatif yang menjanjikan.

Dilaporkan bahwa mikroorganisme endofit dapat menghasilkan sebagian besar senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman. Hal ini dapat dikaitkan dengan asosiasi tanaman-endofit yang telah lama ada dan sistem genetik (plasmid/materi ekstra kromosom) yang memungkinkan transfer informasi antara mikroba dan mitra tanaman dan sebaliknya. Senyawa metabolit yang diproduksi oleh endofit dikenal memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, antimalaria, dan antikanker yang kuat. Namun, relevansi farmakologis dari berbagai senyawa yang dihasilkan belum sepenuhnya dieksplorasi mengingat meningkatnya laporan resistensi antimikroba di antara mikroorganisme patogen terhadap obat-obatan yang berharga, yang dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan manusia. Dengan demikian, banyak antimikroba yang menjadi kurang efektif atau bahkan tidak efektif.

Kayode et al (2025) melaporkan bahwa mikroorganisme endofit yang berada di dalam tanaman obat telah mengungkap harta karun berupa senyawa bioaktif dengan potensi terapeutik yang sangat besar. Metabolit-metabolit ini menunjukkan aktivitas biologis yang beragam, termasuk antimikroba, antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi, antara lain. Masa depan metabolit bioaktif dari endofit tanaman obat penuh dengan berbagai kemungkinan. Integrasi teknologi canggih seperti metabolomik dan genomik akan memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang senyawa-senyawa ini, mempercepat penerjemahannya dari laboratorium ke pasar. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan praktisi pengobatan tradisional dapat mendorong pendekatan komprehensif untuk memanfaatkan metabolit bioaktif ini untuk pengembangan obat baru dan intervensi terapeutik. Memanfaatkan senyawa-senyawa ini dapat merevolusi penemuan obat, menyediakan kandidat baru untuk pengobatan berbagai penyakit dan mencegah penipisan keanekaragaman hayati spesies tanaman yang terancam punah. Semoga ke depan penelitian terkait dapat segera dihilirisasi agar dapat memberikan kemanfaatan nyata bagi umat manusia.

AKSES CEPAT