51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Hemostasis Ekstrak Daun Kembang Sepatu

Photo: Wikipedia

Perdarahan pasca bedah dapat menjadi komplikasi yang beresiko tinggi, baik memperlambat penyembuhan luka, meningkatkan resiko infeksi luka operasi, bahkan dapat mengancam nyawa. Resiko perdarahan ini tidak saja timbul pada pasien dengan kelainan, tetapi terdapat literatur yang menyatakan bahwa 60,1% pasien tanpa faktor resiko dapat mengalami perdarahan. Proses penghentian perdarahan melibatkan keping darah (platelet). Aktivitas penting platelet adalah adhesi yaitu melekatkan platelet pada pembuluh darah yang terluka, dan aggregasi yaitu perlekatan antar platelet. Kedua aktivitas tersebut akan menginisiasi pembekuan darah dan proses penyembuhan lebih lanjut.

Bahan hemostatik lokal yang digunakan untuk menghentikan perdarahan merupakan bahan yang lebih aman dan tepat sasaran, akan tetapi ada beberapa kelemahan padanya, diantara efikasi yang bervariasi, harga yang cukup mahal, dan kemungkinan efek samping. Hal tersebut mendorong penelitian yang berkelanjutan untuk mengembangkan bahan hemostatik alternatif terutama dari bahan herbal. Bahan herbal cenderung lebih disukai karena biokompatibilitas dan potensi farmakologi yang luas. Bahan herbal yang digunakan sering dalam bentuk ekstrak.

Hibiscus rosa-sinensis Linn atau dikenal sebagai bunga kembang sepatu merupakan tanaman tropis yang sering ditemukan di Indonesia dan sudah digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menggali bahan aktif baik dari daun, bunga, maupun bagian lain bahan herbal. Bunga kembang sepatu mengandung bahan aktif seperti pada bahan herbal lainnya seperti: alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, and terpenoids yang mempunyai potensi terapeutik antara lain: anti bakteri, anti jamur, anti oksidan, anti inflamasi, penyembuhan luka, bersifat kardioprotektif, neuroprotektif, dan hepatoprotektif.

Berdasarkan potensi ketersediaan bahan herbal dan potensi terapeutik yang begitu banyak, dilakukan penelitian untuk menggali potensi daun kembang sepatu sebagai bahan hemostatik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bahan hemostatik yang memiliki efikasi tinggi, efek samping minimal, dengan harga yang terjangkau. Pengembangan obat herbal juga melalui tahapan pengembangan obat sehingga melalui beberapa proses untuk menjamin kandungan bahan aktif dalam tanaman, karena alasan tersebut kami melakukan penelitian untuk mengevaluasi kandungan fitokimia ekstrak daun kembang sepatu, efek ekstrak pada viabilitas sel, dan aktivitas platelet.

Ekstrak daun kembang sepatu didapatkan dengan metode maserasi dengan etanol 96% dan dilakukan uji fitokimia kandungan tanin, polifenol, flavonoid, dan saponin. Uji viabilitas dilakukan dengan menghitung jumlah sel hidup pada kultur setelah diberikan ekstrak daun kembang sepatu dalam beberapa konsentrasi yang diinkubasi selama 24, 48, dan 72 jam. Uji viabilitas ini dilakukan untuk konsentrasi ekstrak yang mempunyai efek optimal pada pertumbuhan sel dan konstrasi toksik. Uji potensi hemostatik dilakukan untuk mengevaluasi adhesi dengan menhitung kadar p-selectin dan agregasi platelet.

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kembang sepatu memilik kandungan flavonoid minimal, tanin 3,53%, polifenol 2,24%, alkaloid 5,59%, saponin 14,9%. Konsentrasi ekstrak dibawah sampai 250mg/ml menunjukkan pertumbuhan sel lebih dari 70% pada inkubasi 24 jam, sedangkan pada 48 jam ekstrak daun kembang sepatu dengan konsentrasi sampai 62,5% menunjukkan pertumbuhan sel lebih dari 70% dan pada 72 jam konsentrasi ekstrak yang potensial adalah 15,6 mg/ml dan 62,5 mg/ml. Uji aktivitas platelet menunjukkan kadar p-selectin yang tinggi pada konsentrasi ekstrak 125 dan 250 mg/ml sedangkan agregasi platelet tertinggi terjadi pada pemberian konsentrasi rendah yaitu 7,8 mg/dl dan 31,2 mg/ml.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kembang sepatu mempunyai potensi untuk digunakan sebagai obat herbal. Efek non toksik didapatkan pada konsentrasi rendah dimana ditunjukkan melalui jumlah sel viabel. Kandungan tanin pada ekstrak ini meningkatkan aktivasi platelet yang penting dalam pembentukan bekuan darah. Adhesi platelet didapatkan pada konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan konsntrasi ekstrak yang meningkatkan agregasi platelet. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh fenomena bifasik yang dimiliki oleh bahan herbal yaitu efek tergantung dosis, dimana suatu bahan mempunyai efek yang berlawanan pada konsentrasi rendah dan tinggi.

Dalam pengembangan obat herbal baru, ekstrak daun kembang sepatu merupakan bahan yang potensial sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut baik pada hewan coba, sediaan, dan uji klinis agar dapat digunakan sebagai salah satu bahan hemostatik topikal yang efektif dan aman.

Penulis: Dr. Ni Putu Mira Sumarta, drg., Sp.BM.
Detail journal: Phytochemicals profile, cellular viabillity and platelet activity ofHibiscus rosa-sinensisLinn. leaf extract:An in vitro andex vivostudy
Link:

AKSES CEPAT