51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Kombinasi probiotik dan Acidifiers Terhadap Performance dan Kualitas Daging Ayam Pedaging yang Diinfeksi Escherichia coli

Sumber: Realitas Indonesia
Sumber: Realitas Indonesia

Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) merupakan penyebab Colibacillosis pada ayam. Penyakit colibacillosis akibat E.coli, merupakan permasalahan tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia. E. coli yang resisten ini dapat ditularkan ke manusia melalui produk hewan dan feces, sehingga menimbulkan permasalahan bagi kesehatan manusia dan hewan. Salah satu feed additive adalah penggunaan probiotik agar produksi ternak menjadi lebih optimal serta dihasilkan produk ternak yang sehat dan aman dikonsumsi oleh manusia.  Penggunaan probiotik dan acidifier digunakan sebagai solusi potensial untuk meningkatkan kesehatan usus dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik dan acidifier pada pakan sebagai alternatif pengganti antibiotic growth promoters (AGP) pada ayam broiler yang diinfeksi dengan Avian Pathogenic Escherichia coli (APEC) terhadap bobot badan, efisiensi pakan, kualitas daging, kadar kolesterol, HDL dan LDL pada daging ayam. Daging unggas merupakan sumber utama protein hewani yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein global. Keberlanjutan produksi ayam broiler sangat penting untuk menjaga pasokan yang berkelanjutan, dan peternak ayam broiler berperan penting dalam menyediakan ayam berkualitas tinggi. Permasalahan utama  dalam  peningkatan  produksi  ternak termasuk  ayam broiler adalah rendahnya efisiensi pakan, dan terganggunya metabolisme  sistem  pencernaan akibat adanya mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli yang menghambat proses  pertumbuhan  dan  mengganggu  kesehatan. Colibacillosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen Escherichia coli (APEC) dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi industri unggas secara global . Pada ayam broiler muda, infeksi ini ditandai dengan airsacculitis, polyserositis (pericarditis, perihepatitis, dan peritonitis), yang menyebabkan tingginya kematian pada minggu pertama, kesejahteraan hewan yang buruk, dan kerugian ekonomi bagi peternak. Faktor-faktor stres seperti kepadatan kandang yang tinggi, ventilasi buruk, dan paparan polutan lingkungan dapat mengurangi kemampuan ayam melawan infeksi E. coli. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga respon imun yang kuat, karena kekurangan nutrisi esensial dapat mengganggu kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam merespons infeksi. Salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi melalui pakan yang diberikan, serta menambahkan suplemen pakan sebagai booster untuk mengoptimalkan produksi dengan tetap memperhatikan standar pemerintah.  Acidifiers (asam-asam organik) merupakan salah satu additive penting untuk unggas sebagai alternatif  pengganti AGP. Asam organik dapat berperan sebagai sumber karbon dan energi untuk mikroorganisme atau sebagai agen penghambat tergantung pada konsentrasi asam, kemampuannya untuk masuk ke dalam sel, dan kapasitas organisme untuk memetabolisme asam. Fungsi antibakteri asam organik melibatkan beberapa mekanisme, antara lain asam organik menurunkan pH, menciptakan lingkungan asam yang tidak sesuai dengan bakteri. Selain itu, asam organik dapat menembus membran sel bakteri dan mengganggu integritasnya, yang menyebabkan hilangnya nutrisi penting, atau mengganggu proses metabolisme sel, seperti respirasi dan produksi energi, sehingga menyebabkan penghambatan enzim tertentu dan akhirnya menyebabkan kematian sel. Acidifiers memiliki potensi untuk meningkatkan pemanfaatan nutrisi, mengubah pH usus, dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen dalam sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan, masing-masing dengan lima ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor ayam, sehingga total ayam yang digunakan sebanyak enam puluh ekor. Perlakuannya adalah sebagai berikut: P0 = Ayam broiler tanpa infeksi E. coli (Kontrol -); P1 = Ayam broiler yang diinfeksi E. coli (Kontrol +); P2 = Ayam broiler yang diinfeksi E. coli + AGP; P3 = Ayam broiler yang diinfeksi E. coli + Probiotik; P4 = Ayam broiler yang diinfeksi E. coli + acidifier; P5 = Ayam broiler yang diinfeksi E. coli + Probiotik + acidifier. Variabel yang diamati meliputi bobot badan, efisiensi pakan, kadar kolesterol, HDL, dan LDL pada daging ayam broiler. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila hasilnya berbeda nyata (p < 0,05) dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dan acidifier dapat meningkatkan berat badan, meningkatkan efisiensi pakan, dan menurunkan kolesterol, LDL, serta meningkatkan kadar HDL, semuanya dengan efek yang signifikan (p <0,05).

Penulis: Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh., M.P.

Link artikel:

Baca juga: Jintan Hitam dapat Meningkatkan Jumlah Sel Glia Pada Tikusyang Terpapar Asap Rokok

AKSES CEPAT