51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Lisinopril pada Angiogenesis Sel Progenitor Endotel pada Pasien Jantung Koroner Post COVID-19

Korelasi Antara Kadar Trombosit Imatur Perifer Dan Kadar Trombosit Imatur Koroner Pada Coronary Artery Disease
Sumber: Rumah Sakit Royal Progress

COVID-19 tidak hanya menyerang paru-paru tetapi juga berdampak serius pada sistem pembuluh darah. Virus ini dapat menyebabkan disfungsi endotel, yang memicu peradangan sistemik, stres oksidatif, pembentukan trombus, hingga gangguan fungsi kardiovaskular. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, infeksi COVID-19 meningkatkan risiko komplikasi seperti serangan jantung, gagal jantung, dan aritmia. Upaya untuk memperbaiki kerusakan pada sel endotel melalui pemanfaatan sel progenitor endotel (endothelial progenitor cell/EPC) kini menjadi perhatian penting dalam pengelolaan penyakit jantung koroner pasca COVID-19.

Penelitian terbaru mengeksplorasi peran lisinopril, obat golongan ACE inhibitor, dalam meningkatkan fungsi EPC. EPC adalah sel yang berperan memperbaiki pembuluh darah yang rusak serta mendukung pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis). Dalam penelitian ini, sel EPC diisolasi dari darah pasien penyakit jantung koroner stabil yang pernah terinfeksi COVID-19. Sel-sel tersebut kemudian dikultur dalam media khusus, dengan dan tanpa penambahan lisinopril, untuk dibandingkan hasilnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lisinopril meningkatkan kadar von Willebrand factor (vWF), protein yang penting dalam pembekuan darah dan angiogenesis. Meskipun parameter lain, seperti jumlah dan panjang tabung pembuluh darah yang terbentuk, tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik, tren peningkatan tetap terlihat pada kelompok yang diberi lisinopril.

Penemuan ini memberikan gambaran awal bahwa lisinopril berpotensi mendukung proses perbaikan pembuluh darah pada pasien penyakit jantung koroner pasca COVID-19. Namun, penelitian ini masih terbatas pada pengujian laboratorium, sehingga diperlukan studi lebih lanjut pada pasien untuk memastikan manfaatnya secara klinis. Dengan hasil ini, lisinopril dapat menjadi salah satu komponen terapi yang menjanjikan untuk pasien dengan kerusakan endotel akibat COVID-19.

Penulis: Prof. Dr. Yudi Her Oktaviano, dr.,Sp.JP(K)FIHA.FICA.FAsCC.FSCAI.

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT