Jumlah penderita kanker di dunia terus meningkat dan dianggap sebagai salah satu penyakit paling mematikan di antara penyakit lainnya. Pada tahun 2012 jumlah kanker diderita oleh rata rata 14 juta orang dengan tingkat kanker yang ganas. Penelitian mengenai pengobatan yang efektif dan efisien untuk kanker stadium akhir semakin digencarkan untuk dilakukan, karena saat ini tidak ada pengobatan yang memberikan hasil menjanjikan terutama terkait efek samping kemoterapi. Seperti yang kita ketahui bahwa kemoterapi merupakan metode yang umum digunakan untuk pengobatan kanker, dimana dalam banyak kasus obat yang digunakan dapat menyerang organ yang sehat, sehingga muncul kerontokan rambut dan lainnya.
Apa yang terpikirkan pada benak anda mengenai pasir besi? Pasti mengarah pada bahan bangunan bukan? Namun berdasarkan pada penelitian terkini ditemukan bahwa pasir besi dapat diubah menjadi nanopartikel magnetik (MNP) yang dapat menjadi metode mutakhir untuk penyakit kanker. Nanopartikel magnetik (MNP) biasanya dibuat dari pengendapan campuran FeCl2 murni dan FeCl3. Selain menjadi metode pengobatakn kanker, MNP mempunyai berbagai macam manfaat terutama dalam bidang medis seperti pembawa obat atau penghantaran obat (drug delivery), dan terapi fototermal.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa magnetit, hematit, dan maghemit terdapat dalam pasir besi, hal ini yang membuktikan bahwa pasir besi dapat diubah menjadi nanopartikel magnetik (MNP). Pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Ferdinandus Hartono, dan Andi Hamim Zidan, , M.Si, Ph.D., ini menemukan bahwa pasir besi dapat diubah menjadi nanopartikel magnetik (MNP) tanpa mengurangi fungsi dan keamanannya. Pada penelitian ini digunakan nanopartikel magnetik (MNP) yang berbasis ionik karena memiliki sifat ideal yang diinginkan dan terbukti aman dalam penelitian sebelumnya pada hewan. Nanopartikel magnetik (MNP) mengandung Fe颅颅2O3 D dan Fe颅颅2O4 alfa, beta dan gamma dimana memiliki permukaan yang afinitasnya cukup tinnggi sehingga akan memudahkan jika dilakukan pelapisan dengan material yang menunjuang efektifitas metode penyembuhan kanker.
Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Ferdinandus Hartono, dan Andi Hamim Zidan, , M.Si, Ph.D., mengenai nanopartikel magnetic (MNP) Folic Acid (FA) yang dilapisi dengan Bovine Serum Albumin (BSA) dilakukan. Nanopartikel magnetic (MNP) memiliki sifat hidrofilik, tidak toksik, dan afisinitas yang tinggi. Sedangkan Bovine Serum Albumin (BSA) dipilih karena dapat mengurangi toksisitas dan meningkatkan kestabilan data di dalam tubuh. Nanopartikel magnetik merupakan material yang potensial pembawa target penghantaran obat (drug delivery) dengan melakukan modifikasi pada materialnya.
Hasil penelitian membuktikan bahwa nanopartikel magnetik dapat digunakan sebagai drug delivery. Hal ini dibuktikan dari hasil pengujian pada uji X-Ray Diffraction (XRD) dan Particle Size Analyzer (PSA) bahwa sampel memiliki karakteristik besi oksida (Fe3O3) dan tidak adanya impuritas. Pengujian Fourier Transform Infra Red (FTIR) membuktikan bahwa adanya ikat silang antar bahan, dan pengujian pada hewan yang mengidentifikasi penghantaran obat yang akurat dan aman untuk sel dan jaringan di sekitarnya.
Berdasarkan penelitian ini magnetik nanopartikel (MNP)- Folic Acid (FA)- Bovine Serum Albumin (BSA) merupakan material yang potensial untuk penghantaran obat atau drug delivery.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Artikel:





