51动漫

51动漫 Official Website

Potensi Microrna dalam Mendeteksi Penebalan Pembuluh Darah Prematur Akibat Kebiasaan Makan Tinggi Lemak

Aterosklerosis atau suatu keadaan dimana pembuluh darah kaku akibat penumpukan plak lemak menumpuk di dinding pembuluh darah. Apabila tidak ditangani dengan serius, dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.

Menurut WHO thaun 2019, akibat dari aterosklerosis ini secara global berkontribusi pada hamper 32% kematian. Di Indonesia, aterosklerosis yang menyebabkan stroke dan penyakit jantung koroner, menempati urutan 1 dan 2 penyebab kematian. Di Malaysia pun, penyakit jantung kororner yang merupakan akibat aterosklerosis pun menempati urutan pertama.

Faktor yang terlibat dalam aterosklerosis ini sangat komplek, mulai genetic, usia, lingkungan, penyakit yang diderita seperti diabetes, dan gaya hidup. Dengan bertambahnya usia, secara alami, kualitas pembuluh darah mengalami penurunan. Namun proses ini bisa lebih cepat karena faktor genetic dan gaya hidup yang tidak sehat, serya adanya penyakit metabolic. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan tidak tepat dan kurang gerak, dapat memicu kondisi kelainan metabolic seperti kadar glula tinggi dan kadar lemak tinggi, dan kegemukan. Hal tersebut dapat menginduksi terjadinya keradangan.

Melalui jalur pengaturan keradangan, dilakukan penelitian yang mengupas tentang bagaimana peran microRNA (miRNA) terhadap terjadinya aterosklerosis. MiRNA adalah fragmen pendek RNA non-koding, yang berfungsi sebagai pengatur ekspresi gen. Pada aterosklerosis ditemukan beberapa MiRNA yang terlibat. Namun dalam penelitian yang dilakukan ini difokuskan pada dua miRNA spesifik yang berperan dalam keradangan, yaitu miR-155-5p dan miR-181a-2-3p terhadap pengaturan terjadinya aterosklerosis yang terjadi dini atau premature aterosklerosis. Diharapkan dengan mengetahui lebih dini terjadi aterosklerosis, maka upaya pencegahan lebih awal agar tidak makin parah dapat diupayakan. Oleh karena itu, penelitian banyak dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup agar mengurangi komplikasi penyakit yang dipicu oleh aterosklerosis.

Salah satu penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang berfokus pada pengukuran microRNA penanda keradangan. Namun, pada penelitian ini digunakan hewan coba tikus karena ada perlakuan yang sangat riskan jika dilakukan pada manusia, yaitu diberikan makanan yang tinggi lemak selama 12 pekan. Pakan tinggi lemak ini digunakan sebagai pemicu terjadinya premature aterosklerosis. Selain itu, juga dilakukan pengambilan pembuluh darah untuk diperiksa, yang saat ini belum mungkin dilakukan pada manusia. Setelah pekan ke-12, pada hewan coba yang diberikan makanan tinggi lemak, didapatkan indeks massa tubuh yang meningkat. Selain itu, selain microRNA, dilakukan juga pemeriksaan kadar lemak darah dan melihat pembuluh darah secara mikroskopis untuk membuktikan adanya aterosklerosis.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan indeks massa tubuh yang selaras dengan peningkatan kadar lemak, baik LDL (seringkali disebut sebagai lemak jahat) dan trigliserida (yang banyak dikandung makanan berlemak). Sebaliknya, kadar lemak HDL (atau sering disebut lemak baik) didapatkan kadar lebih tinggi pada hewan coba dengan makanan biasa dibandingkan dengan yang makan tinggi lemak. Untuk nilai Ct value miRNA miR-155-5p lebih tinggi dibandingkan dengan miR-181a-2-3p pada hewan coba yang makan tinggi lemak. Namun dibandingkan hewan coba yang makan biasa, kedua miRNA tersebut masih lebih rendah. Untuk nilai miR-181a-2-3p pada hewan coba dengan makanan biasa, nilainya juga lebih rendah dibandingkan dengan miRNA miR-155-5p. Pada pemeriksaan pembuluh darah yang dilakukan dengan melihat melalui sedian jaringan mikroskopis histologis, diketahui pembuluh darah hewan coba dengan makanan tinggi lemak menunjukkan penebalan yang bermakna. Hal ini artinya, aterosklerosis premature mulai terjadi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa, gaya hidup tidak sehat yaitu kebiasaan makan tinggi lemak, dapat memicu terjadinya aterosklerosis premature. Selain itu, microRNA berpotensi menjadi biomarker untuk menunjukkan adanya premature ateroslerosis. Namun penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mengungkap mekanisme yang lebih lengkap.

Penulis: Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada:

Rustin, C., Kamaruddin, MIS., Herawati, L., Abidin, AZ., Othman, Z. 2024. Elucidating The mir-155-5p and mir-181a-2-3p as Circulating MicroRNA Biomarkers of The Inflammatory Regulation in The Premature Atherosclerosis. Malaysian Journal of Microscopy (MJM), 2024 20(2), 145-155.

AKSES CEPAT