UNAIR NEWS – Ternak kelinci merupakan salah satu ternak alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat yang semakin meningkat setiap tahunnya. Kelinci memiliki kualitas daging dengan struktur serat lebih halus serta warna dan bentuk menyerupai daging ayam, dengan kandungan kolesterolnya yang rendah serta kandungan protein yang lebih tinggi dibanding sapi, domba, kambing dan babi.
Pakar peternakan prodi Kedokteran Hewan, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (), 51动漫 Banyuwangi, Bodhi Agustono drh M Si mengatakan bahwa bagian paling penting dalam budidaya ternak kelinci adalah pakan. Pakan memiliki struktur kompleks dalam menentukan berat badan dan tingkat konsumsi ternak terutama pada kelinci.
淪alah satu bahan baku penyusun ransum kelinci sebagai sumber protein diantaranya yaitu tepung ikan, namun mahalnya harga tepung ikan seringkali menjadi kendala bagi peternak, tuturnya.
Pakan Murah yang Tak Bersaing dengan Kebutuhan Manusia
Berdasarkan kondisi itu maka dibutuhkan sebuah bahan pakan yang mudah didapat, tersedia setiap saat dengan nilai ekonomis relatif murah. Namun tidak bersaing dengan kepentingan manusia dan kandungan nutrisi pakan cukup sesuai untuk kebutuhan hidup kelinci. Salah satu bahan pakan alternatif tersebut adalah tepung teritip.
淢aka dari itu dilakukan penelitian ini dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan (TI) dengan tepung teritip (TT) (Cirripedia sp.) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kelinci pedaging jantan jenis Rex, ujar dosen SIKIA tersebut.
Hewan coba yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor kelinci pedaging jantan jenis Rex umur 3-4 bulan. Kelinci dipindahkan ke dalam kandang individu dan diadaptasikan dengan pakan complete feed yang belum disubstitusi dengan tepung teritip (Cirripedia sp.) selama 10 hari.
Dokter Bodhi menuturkan pengumpulan data untuk konsumsi pakan dilakukan setiap hari selama empat minggu dengan mengambil sisa pakan yang ada pada tempat pakan dan yang terjatuh pada alas kandang. Pengumpulan data untuk pertambahan bobot badan dilakukan dengan menimbang bobot badan kelinci pada awal dan akhir penelitian.
淧enghitungan nilai konversi pakan didapatkan dari perhitungan konsumsi pakan dibagi dengan pertambahan bobot badan. Nilai konversi pakan yang semakin kecil menunjukkan efisiensi pakan pada kelinci baik, tuturnya.
Menggunakan Metode RAL
Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Konsentrasi complete feed yang digunakan masing-masing sebesar P0 (complete feed 100% (TI 15%)), P1(complete feed 100% (TI 12,5% + TT 2,5%)), P2 (complete feed 100% (TI 10% + TT 5%)), P3 (complete feed 100% (TI 7,5% + TT 7,5%)) diberikan selama 4 minggu.
淩ata-rata konsumsi pakan g/ekor/hari pada masing-masing kelompok perlakuan berturut-turut P0, P1, P2, P3 yaitu 115,54; 113,09; 114,74 dan 113,31 g/ekor/hari. Rata-rata pertambahan bobot badan g/ekor/hari pada masing-masing kelompok perlakuan berturut-turut P0, P1, P2, P3 yaitu 19,99; 20,79; 20,61 dan 20,65 g/ekor/hari. Rata-rata nilai konversi pakan P0, P1, P2, dan P3 masing-masing yaitu 5,82; 5,49; 5,58; 5,49, ungkapnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata (p>0,05) pada perlakuan dan kontrol, namun dapat mempertahankan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kelinci pedaging jantan jenis Rex.
Penulis:azhar burhanuddin
Editor:Feri Fenoria





