Seseorang yang mengalami infeksi akut COVID-19 umumnya akan mengeluhkan berbagai gejala klinis seperti sesak, batuk, nyeri otot, dan gejala-gejala lainnya. Pada sebagian orang, gejala ini akan hilang sejalan dengan sembuhnya penyakit. Namun, pada beberapa orang gejala ini bertahan lebih lama walaupun orang tersebut telah negatif COVID-19. Gejala sisa ini dapat pertahan dalam 2-12 bulan pasca negatif COVID-19. Kondisi inilah yang biasanya disebut sebagai sindrom pasca COVID-19. Sebanyak 200 orang di dunia mengalami sindrom ini.
Sindrom pasca COVID-19 disebabkan karena adanya peradangan yang menahun pada berbagai organ tubuh. Selain itu, terjadi kegagalan sistem imun untuk mendeteksi 漝iri sendiri. Hal ini menyebabkan sel-sel imun menyerang dirinya sendiri yang disebut dengan autoimunitas. Peradangan dan autoimunitas inilah yang menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi organ-organ tubuh.
Sindrom pasca COVID-19 secara keseluruhan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, kondisi ini harus diatasi dan diterapi. Berbagai metode terapi telah diujicobakan pada pasien pengidap sindrom pasca COVID-19. Beberapa diantaranya adalah obat herbal, praktek tradisional seperti akupuntur, Tai Chi, dan Yoga, serta penggunaan nutrasetikal untuk membantu meredakan dan menghilangkan gejala-gejala sindrom tersebut.
Obat herbal secara umum merupakan sediaan yang terdiri dari bahan aktif yang murni, asli dan alami, serta memiliki efek terapetik bagi kesehatan. Terdapat beberapa jenis obat herbal paten yang digunakan dalam terapi sindrom pasca COVID-19, diantaranya adalah Traditional Chinese Medicine (TCM) dan Ayurveda atau Indian Herbal Medicine. Obat-obat herbal ini telah terbukti mampu memperbaiki kondisi pasien sindrom pasca COVID-19.
Salah satu kegunaan obat herbal yang paling populer adalah Traditional Chinese Medicine (TCM). Obat herbal ini telah lama digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Misalnya, TCM Lianhuaqingwen (LHQW) pada pasien sindrom pasca COVID-19 dapat meredakan gejala peradangan sistemik dan memperkuat imunitas, meredakan gejala nyeri otot, diare, dan batuk menahun. Beberapa TCM yang lain seperti Jinhua Qinggan (JHQG), Huashibaidu (HSBD), Xuanfeibaidu (XFBD), dan Shufeng Jiedu (SFJD) memiliki efek yang menguntungkan untuk menghilangkan sesak, nyeri otot, gangguan berfikir, dan sakit tenggorokan karena efek anti-peradangan, antioksidan, meningkatkan sistem imun, dan melindungi organ dari radikal bebas.
Ayurveda juga banyak digunakan dalam menangani berbagai penyakit. Ayurveda seperti Ayush-64, Ashwagandha, Guduchi, Chanavati, Nivalembu Kudineer (NVK), dan Kaba Sura Kudineer (KSK) memiliki efek anti-peradangan, antioksidan, memperbaiki sistem percernaan dan bakteri baik di usus, dan membantu memperbaiki kerusakan organ akibat peradangan. Beberapa studi klinis telah menunjukkan bahwa ayurveda dapat meredakan gejela sesak, batuk, demam, menurunkan tekanan darah, mencegah kenaikan gula darah dan penyakit kencing manis, serta dapat mengobati infeksi lain seperti influenza, common cold, hingga tuberkulosis.
Selain pengobatan herbal, beberapa praktek tradisional seperti Akupuntur, Tai Chi, dan Yoga juga telah banyak digunakan untuk mengobati gejala sindrom pasca COVID-19. Akupuntur merupakan praktek pengobatan dengan memberikan tusukan jarum kecil ke lokasi tubuh yang spesifik untuk menyeimbangkan aliran energi di dalam tubuh. Akupuntur seering digunakan untuk mengobati nyeri akut dan kronis seperti nyeri otot, sakit kepala, migrain, nyeri sendi, mual, dan muntah. Hal ini karena akupuntur dapat mengurangi peradangan. Selain itu, akupunktur dapat mengurangi intensitas kecemasan dan depresi, meningkatkan kualitas tidur, mengobati gangguan tidur, dan memperbaiki gangguan kognitif.
Tai chi dan Yoga juga memiliki manfaat yang sama dengan akupuntur. Latihan rutin yang terprogram dapat bermanfaat mengurangi kecemasan, menurunkan detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah. Latihan Yoga teratur juga dapat menurunkan tingkat hormon stres dan meningkatkan kadar serotonin atau hormon bahagia di otak. Hal ini membantu mengatasi kekhawatiran, ketegangan, dan depresi. Keuntungan lain dari Yoga dan Tai chi adalah peningkatan mobilitas, yaitu merelaksasi otot dan jaringan ikat di sekitar tulang dan sendi sehingga mencegah kaku sendi.
Nutrasetikal merupakan komponen pangan yang aman dikonsumsi dengan manfaat kesehatan yang relevan di luar fungsi dasar zat gizi normal. Nutrasetikal memiliki efek antiinflamasi, antiviral, dan antioksidan yang tinggi. Nutrasetikal didapatkan dari komponen senyawa aktif pada tanaman. Beberapa studi klinis telah menunjukkan manfaat nutrasetikal pada pasien sindrom pasca COVID-19, diantara menyeimbangkan bakteri baik di usus, mengontrol sistem imun, menurunkan peradangan, menstabilkan mood, dan meningkatkan fungsi kognitif.
Dari penjelasan di atas, pengobatan herbal, Akupuntur, Tai Chi, Yoga, dan nutrasetikal dapat menjadi alternatif terapi yang efektif bagi pasien sindrom pasca COVID-19. Meskipun demukian, pemilihan jenis terapi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien seperti kondisi psikososial, kondisi klinis, dan efektivitas biaya agar diperoleh manfaat yang maksimal.
PENULIS : Rahmi Nugraningrum, Maftuchah Rochmanti
Detail tulisan lengkap dapat dilihat:
Rahmi Nugraningrum, & Maftuchah, Rochmanti (2023). Rehabilitation as an alternative therapy for Post COVID-19 Syndrome (PCS). International Journal of Research Publications, volume 139(1):9-32.





