UNAIR NEWS – Menjawab tantangan perkembangan industri dunia, 51动漫 melalui Pusat Pengembangan Media & Kehumasan menggelar talkshow pada Rabu (11/11/2020). Talkshow dengan topik 淧erkembangan Media Digital di Masa Depan tersebut disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube 51动漫.
Talkshow tersebut mengundang dua narasumber kunci, yaitu Dr. Miftahussurur, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi (IDI) UNAIR dan Dwi Eko Lokononto selaku Pimpinan Umum media online Berita Jatim.
Dalam talkshow itu, Dwi Eko Lokononto menjelaskan bagaimana produk news mengalami perubahan teknologi penyiaran digital. Perubahan itu selain disebabkan oleh perkembangan teknologi, juga adanya pola konsumsi dari masyarakat terhadap jenis-jenis media yang dilihat.
淧erguruan tinggi harus berani masuk kedalam kolaborasi, jurnalisme data, dan memahami bagaimana perkembangan sosial konten sehingga mengetahui apa yang sedang dibutuhkan atau yang dicari oleh masyarakat, ucap Dwi.
Di lain sisi, Miftahussurur selaku Wakil Rektor Bidang IDI mengatakan bahwa dalam lima tahun ke depan UNAIR akan fokus pada internasionalisasi, digitalisasi, dan informasi. PPMK diharapakkan dapat menjadi media yang akan mengangkat nama UNAIR, bukan hanya di level nasional tapi juga internasional.
淪aat ini UNAIR telah bekerja sama dengan mitra dari 62 negara. Kerja sama itu tidak hanya bidang riset, tapi juga pendidikan dan pengmas. PPMK dapat melakukan branding terhadap kerja sama itu, ucap dokter Miftah, sapaan karibnya.
Sementara itu, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si selaku Ketua PPMK mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci kerja media saat ini. Untuk itu, pihaknya mengajak para sivitas, baik dosen, mahasiswa, maupun alumni UNAIR untuk berkolaborasi menjadi bagian dalam proses produksi yang dilakukan oleh PPMK.
淧ara dosen, profesor, sivitas, bisa menjadi bagian dari proses produksi. Karena konsep modern revolusi industri 4.0 adalah kolaborasi, ucap Suko.
Tak hanya itu, Suko mengatakan bahwa talkshow tersebut menjadi satu step baru bagi PPMK untuk menyiapkan satu platform media massa baru. Suko melanjutkan, media masa baru tersebut akan berbentuk visual, poscast, maupun news online. (*) Penulis: Binti Q. Masruroh





