UNAIR NEWS – Hari Ulang Tahun Ke-46 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) diperingati oleh sivitas akademika 51动漫, dengan melaksanakan upacara di Lantai Dasar Gedung Manajemen 51动漫, di kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya, Rabu (29/12) pagi.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., PhD., FINASIM. Sedangkan komandan upacara diemban oleh Ivan Kurniawan, anggota UKM Resimen Mahasiswa UNAIR. Dalam upacara yang dilaksanakan oleh Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR ini juga diikuti unsur pimpinan universitas, tenaga kependidikan (tendik) kantor Rektorat, serta perwakilan dosen dan mahasiswa.
Pada kesempatan ini, pembina upacara Prof. Djoko Santoso membacakan sambutan tertulis Presiden RI Joko Widodo. Dalam amanatnya sebagai penasihat nasional Korpri, Presiden Joko Widodo mengatakan, peringatan HUT Korpri hendaknya menjadi momentum untuk melakukan refleksi, menjaga soliditas dan solidaritas. Korpri harus menjadi momentum melakukan lompatan besar demi mencapai kemajuan bangsa lndonesia.
滽orpri harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara lndonesia dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat kebinekaannya. Kita juga ingin Korpri menjadi organisasi dengan budaya penuh inovasi dan kreativitas, yang modern dan efisien, dan yang melayani dengan jiwa dan semangat Pancasila, tandas Presiden.
Ditambahkan, Korpri harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan harus dilakukan dari pinggiran dan desa-desa, dimulai dengan pemerataan infrastruktur fisik hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, peran Korpri menjadi sangat vital.
滽orpri harus bisa menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, kata Presiden, seraya menandaskan bahwa di era persaingan terbuka saat ini banyak tantangan harus kita hadapi. Inovasi dan perkembangan teknologi global tidak hanya membawa kemudahan pada kehidupan sehari-hari, bahkan mampu mengubah lanskap ekonomi, kehidupan sosial-politik, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada bagian akhir sambutannya, Presiden menegaskan, sebagai sebuah professi Korpri mempunyai tuntutan untuk dapat mempererat solidaritas para anggotanya, mendorong pengembangan kompetisi sumber daya manusianya agar menjadi aparatur yang professional. Selain itu Korpri harus mampu menjaga netralitas organisasi, menempatkan pelayanan masyarakat di atas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan. (*)
Penulis: Bambang Bes





