51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja dan Dewasa Muda Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tujuan

Menentukan prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan sindrom metabolik (MetS) pada remaja dan dewasa muda di Indonesia.

Desain dan metode
Data diperoleh dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang dilaksanakan di 38 provinsi menggunakan desain potong lintang dan pengambilan sampel berstrata. Studi ini menganalisis 2.992 remaja dan dewasa muda usia 16“24 tahun dengan data lengkap pada seluruh variabel. Analisis data menggunakan regresi logistik biner dan disajikan sebagai odds ratio (OR) tidak teradjust (unadjusted) dan odds ratio teradjust (AOR), dengan setiap variabel beserta interval kepercayaan (IK) 95% ditampilkan.

Hasil
Prevalensi MetS pada remaja dan dewasa muda di Indonesia adalah 13,36%, berdasarkan studi terhadap 2.992 individu pada kelompok usia tersebut. Pada analisis teradjust, perilaku konsumsi berisiko tinggi yang dikategorikan sering (AOR 9,88; IK 95% 2,57“37,88; nilai p 0,001) dan indeks massa tubuh (IMT) yang tergolong obesitas (AOR 15,60; IK 95% 11,30“21,53; nilai p 0,000) berhubungan signifikan dengan peluang MetS yang lebih tinggi pada populasi ini.

Kesimpulan
Perilaku konsumsi berisiko tinggi dan obesitas merupakan faktor risiko utama yang berhubungan signifikan dengan MetS pada remaja dan dewasa muda di Indonesia.

Implikasi praktis
Layanan kesehatan bagi remaja dan dewasa muda perlu mencakup edukasi pencegahan MetS dengan fokus pada pencegahan obesitas, pemeliharaan pola makan seimbang, serta pengurangan perilaku konsumsi berisiko tinggi. Selain itu, deteksi dini MetS pada populasi ini harus menjadi prioritas utama dalam layanan kesehatan.

Penulis
Oliva Suyen Ningsih, Ferry Efendi, Yulis Setiya Dewi, Fadhaa Aditya Kautsar Murti, Chong Mei Chan

AKSES CEPAT