Kita ini Bisa sebab Mendapat Pertolongan dari Allah SWT. Tawakal, Sabar, dan Ikhlas adalah Kunci
\UNAIR NEWS – Dengan raihan IPK 3,94 pada studi S3 ilmu ekonomi Islam 51动漫 (UNAIR), Luthfi Nur Rosyidi berhasil lulus dengan predikat wisudawan terbaik. Predikat itu resmi ia dapatkan pada momen UNAIR periode 245.Selain menjalani S3 di UNAIR, ia juga menjalani pendidikan doktoral di Copenhagen University.
Tentu bukan hal yang mudah baginya untuk membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Terlebih, ia juga menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.Sebagai dosen, selain fokus pada penelitian, Luthfi juga memiliki passion sebagai seorang aktivis pemberdayaan pemuda. Ia mewujudkannya dengan mendirikan sebuah pesantren mahasiswa yakni Insan Cita Biyadikal Khair.
Menjadi Akademisi
Sebagai seorang akademisi, Luthfi mengaku hal yang utama baginya saat ini adalah pendidikan dan penelitian. 淜arena saya akademisi, S3 adalah mandatory, tapi yang paling saya dapatkan adalah pengalaman dan skill meneliti secara mendalam, serta menggunakan kaidah keilmuan yang benar, ungkapnya.
Selama masa studi, Luthfi banyak menerbitkan jurnal, baik yang ter-indeks internasional maupun nasional. Salah satunya adalah disertasi miliknya berjudul Market Orientation and Change Capability on an Indonesian Sharia Banking Performance: the Moderating Effect of Leadership Religiosity yang kini telah terbit di Emerald Q1.
Integritas dalam Penelitian
Selain berkontribusi dalam menyumbangkan ide-ide di dunia akademik, integritas merupakan kunci dalam menyusun sebuah penelitian yang bermartabat. Menurutnya, dalam menghasilkan penelitian yang reliable, harus berdasar kebenaran dan membutuhkan proses panjang. 淜arena promotor utama saya adalah Prof Badri, saya tergabung di Research Group Center for Dynamic Capability, yang meneliti terutama tentang kemampuan sebuah organisasi/institusi/korporasi dalam merespons perubahan dinamis yang terjadi baik di internal maupun eksternal organisasi/institusi/korporasi tersebut, paparnya.
Melalui tulisan ini, Luthfi ingin meyakinkan pembaca bahwa di dunia yang semakin marak akan kecurangan dalam ranah akademik, masih banyak peneliti yang bermartabat. Hal ini juga menjadi prinsipnya dan rekan-rekan serta promotornya, Prof Badri, dalam komunitas Research Group Center for Dynamic Capability.
Penulis: Febriana Putri Nur Aziizah
Editor: Edwin Fatahuddin





