UNAIR NEWS – Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi jadi sorotan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-67 UNAIR. Utamanya pada kelompok KKN yang terletak di Pulau Madura ditempatkan di empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Uniknya KKN kali ini menyasar pondok pesantren di empat kabupaten tersebut.
Dari tiga program yang dicanangkan, menurut M. Farid Dimjati Lusno dr MKL, program KKN kali ini akan lebih ditekankan pada program pendidikan. Yaitu dengan mengajar dan berdiskusi dengan para guru yang ada di pondok pesantren untuk meningkatkan metode pembelajaran para santri.
淪aya yakin mahasiswa UNAIR ini bisa mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari dan amati di bangku kuliah. Meskipun mereka tidak diajari cara mengajar, tapi mereka bisa meniru cara dosen dalam mengajar di kelas, ungkap koordinator KKN di Madura itu.
Sementara itu, Ketua kelompok KKN daerah Sumenep, Nabila Luthfianasari mengatakan akan menfokuskan diri pada tiga program itu. Di antaranya, edukasi mental health untuk para santri, edukasi persiapan masuk perguruan tinggi negeri, dan pelatihan daur ulang barang bekas atau sampah agar menjadi barang layak pakai dan dapat diperjualbelikan.
淓dukasi kesehatan mental untuk para santri ini sangat penting. Karena kami melihat anak-anak zaman sekarang itu rentan introvert dan rentan terhadap tekanan. Nah klo mental health ini terjadi maka secara pendidikan juga akan terpengaruh,漰aparnya.
Barang daur ulang itu, sambungnya, akan dipasarkan di website atau social media. Para santri akan diajari cara memasarkan produk dengan baik, dan membuat sponsorship yang benar. Selain itu, mereka juga akan membantu pengurus pondok dalam mengornisir Unit Kesehatan Siswa (UKS) dengan memberikan bantuan obat-obatan, dan timbangan.
Menanggapi hal itu, Sofia selaku pengurus Pondok Pesantren Annuqoyah Guluk-Guluk, Sumenep mengapresiasi dan merasa sangat senang dengan adanya KKN KKN dari UNAIR. Menurutnya, akan ada banyak ilmu yang bisa diambil dari mahasiswa KKN itu.
淒ari adanya KKN di UNAIR ada banyak harapan dari kami, apalagi pondok pesantren ini basisnya agama. Namun, dengan adanya KKN dari UNAIR tentu ada ilmu-ilmu baru yang mungkin bisa diaplikasikan disini. Misalnya, dari cara pengelolaan kebersihan dan kesehatan santri, tuturnya.
Dari pihak pondok juga akan membebaskan para santri dalam menjalankan programnya. Jika mereka butuh masyarakat, makan akan kami fasilitasi. 淜etika mereka butuh masyarakat, maka akan kita antar ke masyarakat, tapi klo mereka butuh sekolah maka akan kita antar ke sekolah, ungkapnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia





