UNAIR NEWS Guna mengoptimalkan potensi pemuda untuk membangun perusahaan rintisan (start-up), komunitas Start-up Geeks menggelar Start-up Geeks go to Campus di 51动漫. Acara digelar pada Jumat dan Sabtu 56 Mei 2017 di lingkungan Kantor Manajemen UNAIR.
Roadshow ke kampus-kampus ini dilakukan untuk mendorong para pemuda mengoptimalkan perkembangan teknologi digital sekaligus mensukseskan program pemerintah, gerakan seribu start-up digital. Lebih dari seratus peserta hadir dalam talkshow yang dilangsungkan komunitas start-up. Perintis start-up digital Riliv, Audrey Maximilian, menerangkan untuk memulai usaha rintisan berbasis digital harus diawali dari permasalahan yang ada di sekitar.
淛angan terlalu cepat berpikir ke profit, tutur Audrey yang juga lulusan UNAIR.
Audrey menyebutkan, Indonesia merupakan pasar yang besar untuk pengembangan start-up. Ia berpendapat, bila pasar di Indonesia sudah dikuasai, maka bukan barang susah untuk menguasai pasar dunia.
“Riliv salah satu start-up yang bergerak di bidang jasa psikologi. Saya melihat peluang bahwa setiap orang pasti memiliki masalah. Riliv membuat sistem yang memadukan dunia digital dan dunia psikologi, ucap Audrey.
UNAIR merupakan kampus keempat yang disambangi oleh komunitas Start-up Geeks. Lainnya adalah Universitas Negeri Surabaya, Universitas Ciputra, dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya.
Dalam talkshow tersebut, peserta dan narasumber berdiskusi mengenai gagasan-gagasan yang bisa dijadikan embrio start-up digital. Mulai dari gagasan rumah impian, menjual perlengkapan hewan, dan urusan pemerintahan.
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina Sukma S





