51动漫

51动漫 Official Website

Prodi Bahasa dan Sastra Inggris Kenalkan Cerita Rakyat di Kalangan Anak-anak

Prodi Bahasa dan Sastra Inggris Adakan Pengmas di Tanjung Rejo, Malang pada tanggal 27 Juli 2024. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Prodi Bahasa dan Sastra Inggris 51动漫 (UNAIR) melaksanakan program pengabdian masyarakat (Pengmas). Kegiatan itu berlangsung di salah satu rumah singgah di Parantijatio, Malang, pada Sabtu (27/7/2024). 

Kegiatan pengmas ini ditujukan khusus untuk anak-anak, dari jenjang anak-anak usia dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari tiga rumah singgah yang ada di Malang, yaitu Gempol, Sidorahayu, dan Wagir. Erlita Rusnaningtias SS MA selaku penanggung jawab Pengmas menuturkan bahwa program itu mengusung tema Membangun Anak Bangsa yang Cerdas dan Berbudi Pekerti Luhur melalui Cerita Rakyat. 

Menurutnya, program itu bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan keberagaman budaya serta nilai-nilai luhur dalam cerita rakyat kepada anak-anak di wilayah tersebut. “Kami memilih cerita rakyat sebagai media untuk mendekatkan generasi Z pada budaya tradisional yang semakin terlupakan. Indonesia kaya akan cerita rakyat dengan nilai luhur dan pesan moral penting untuk pembentukan karakter anak-anak,” ujar Erlita.

“Kami menggunakan buku, audiovisual, dan metode interaktif lainnya untuk menarik perhatian anak-anak. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari kegiatan pengmas ini,” imbuhnya.

Erlita mengungkapkan bahwa program ini bermula dari bantuan Romo Hariawan Adji, yang juga dosen di FIB UNAIR. Ia telah memfasilitasi pertemuan antara Prodi Bahasa dan Sastra Inggris, UNAIR, dengan Lurah Tanjung Rejo. 

“Kami sangat bersyukur atas dukungan Romo Hari dan kerja sama dengan Lurah Tanjung Rejo. Ini memungkinkan kami untuk menyusun dan melaksanakan kegiatan dengan baik tanpa kendala berarti,” kata Erlita.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam hal ini, dosen-dosen turun langsung ke masyarakat.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga baik secara moral dan memiliki budi pekerti yang luhur. Cerita rakyat adalah cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” tegasnya.

Menurut Erlita, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran mengenai pentingnya melestarikan cerita rakyat sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Selain itu, ia berharap dapat meneruskan nilai-nilai luhur dari cerita rakyat ke generasi berikutnya.

“Dalam era digital saat ini, banyak sekali program, film luar, dan games yang menyita perhatian anak-anak. Mereka terkadang asyik bermain sendiri dengan gadgetnya tanpa peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, tuturnya.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa Indonesia memiliki cerita rakyat yang seru dan penuh nilai luhur, yang penting untuk membentuk karakter bangsa. Kami berharap generasi mendatang lebih memahami dan menghargai cerita rakyat sebagai kekayaan budaya Indonesia,” imbuh Erlita.

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT