51动漫

51动漫 Official Website

Prodi Kebidanan Gelar Pengmas di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan

Tim Pengmas saat sesi foto bersama. (Foto: Istimewa)

Civitas academica Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran 51动漫 kembali berkontribusi dalam kemajuan dan perkembangan melalui pengabdian kepada masyarakat di Madura. Tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh beberapa dosen dan mahasiswa Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran 51动漫. Tema pengabdian masyarakat kali ini adalah 淥ptimalisasi Upaya Peningkatan Cakupan Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Melalui Pemberdayaan Perempuan, Penyegaran Kader dan Pemasangan AKDR Gratis. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 2 hari, yaitu 12 dan 14 Agustus 2023. 淭ema pengabdian masyarakat kali ini dipilih mengingat rendahnya cakupan akseptor AKDR di Bangkalan. Untuk itu, kami berkolaborasi dengan kepala Puskesmas, Bidan serta tenaga kesehatan terkait di Puskesmas Bangkalan, tutur dosen Prodi Kebidanan FK Unair, Ratna Dwi Jayanti, S.Keb., Bd., M.Keb.

Menurutnya, hari pertama dalam pengabdian masyarakat tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta dengan kegiatan meliputi penyuluhan terkait AKDR, kemudian sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dengan para kader mengenai penyebab rendahnya cakupan AKDR dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap AKDR. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan bertanya, menceritakan pengalaman serta mengemukakan pendapat mereka mengenai AKDR.

淯ntuk materi penyuluhan di antaranya pengertian AKDR, kelebihan dan kekurangan AKDR, siapa saja yang boleh memakai AKDR, kapan pemasangan AKDR dilakukan, serta mitos dan fakta mengenai AKDR. Sedangkan untuk diskusi, kami bagi peserta menjadi 8 kelompok dan kemudian mempersilahkan perwakilan dari kelompok untuk memaparkan hasilnya, terangnya.

Hari kedua, pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan pemasangan AKDR gratis. Para calon akseptor dipersilahkan untuk mendaftar di hari sebelumnya. Sebelum pemasangan, dilakukan pendataan sekaligus penapisan untuk memastikan bahwa calon akseptor dapat dipasang AKDR. Dari kegiatan ini, didapatkan 5 akseptor baru AKDR. “Ternyata waktu dipasang tidak sakit, dan waktu pemasangannya pun hanya sebentar,” ucap salah satu akseptor setelah dipasang AKDR.

Setelah dilakukan pemasangan AKDR, bidan menjelaskan kapan akseptor dianjurkan untuk kembali kontrol, berapa lama AKDR efektif untuk mencegah kehamilan, mengingatkan kembali apa saja keluhan yang mungkin timbul, serta apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut.

Kegiatan ini juga disambut antusias oleh pihak Puskesmas Bangkalan. 淪eringkali masyarakat takut untuk memakai AKDR ini karena pengetahuan yang kurang mengenai AKDR. Dengan adanya kegiatan ini, semoga para peserta juga bisa menyampaikan ilmu yang didapat pada masyarakat sehingga mengubah pola pikir mereka terhadap AKDR dan akhirnya meningkatkan minat mereka untuk memakai AKDR, ucap Nurus, salah satu bidan Puskesmas Bangkalan.

Penulis: Tim Pengmas

AKSES CEPAT