UNAIR NEWS Kegemaran pada bidang tarik suara menuntun Prof Dr Sindy Cornelia Nelwan drg SpKGA Subsp KKA(K) akhirnya ikut menjadi anggota D橮rofessor band. Guru Besar (UNAIR) itu mengakui sangat senang menyanyi.
淢anajemen waktu menjadi kunci untuk menyelaraskan semua kesibukan dan jadwal berlatih. Biasanya Minggu sore, jadi tidak seberapa menganggu rutinitas, ungkapnya.
Prof Sindy bercerita D橮rofessor sangat kompak. Mengingat motivasi band itu terbentuk karena seniornya membangun kekompakkan dan soliditas antar-anggota band.
淛adi, meski sibuk, ya masih nyempetin berkumpul. Kalau tidak D橮rofessor tidak memiliki kekompakkan yang sama antar-anggotanya, ujarnya.
Darah Seniman
Darah seniman mengalir kental pada diri Prof Sindy. Pasalnya, ia merupakan anak perempuan yang lahir di keluarga seniman. Sang ayahanda juga sangat gemar bernyanyi. Bahkan mengikuti berbagai komunitas paduan suara sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekarang.
淣ah, hobi menyanyi saya juga menurun ke anak-anak saya. Anak-anak saya juga tergabung pada The Voice Kids dan beberapa dapat menciptakan lagu serta album-album. Ya, dapat dikatakan memang semuanya berawal dari hobi bernyanyi, tutur Prof Sindy lalu terkekeh.
Guru Besar FKG itu berharap D橮rofessor dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Baginya, meluangkan waktu untuk menggeluti hobi itu penting. Hal tersebut bisa menjadi sarana healing di tengah rutinitas yang padat.
淪emoga D橮rofessor mendapat semakin dapat menginspirasi banyak orang, ungkapnya.
Di Balik Penganugerahan Rekor MURI
D橮rofessor mendapat penghargaan Rekor MURI di Gedung Bangsal Pancasila, Surabaya, Jumat (1/3/2024). Pentas mereka sangat meriah dan membawakan empat lagu karya sendiri.
Prof Dr Endang Dewi Masithah Ir MP selaku konseptor penampilan D橮rofessor memberikan cerita di balik penampilan apik D橮rofessor Band. Sebelumnya, anggota band aktif berlatih di tengah kesibukannya masing-masing.
淜ami berlatih giat. Berbagai koordinasi kami bangun dengan baik melalui grup WhatsApp. Supaya performanya bisa baik, ceritanya.
Latihan menjadi menu makanan wajib setiap pekan. Latihan rutin juga merupakan ajang memunculkan gagasan-gagasan baru agar performa lebih optimal.
Kendala dan Tantangan
Berbagai kendala dan tantangan turut menyertai perjalanan persiapan D橮rofessor untuk pentas malam itu. Para guru besar harus mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa mengikuti jadwal latihan.
淟atihan tidak hanya vokal tapi juga formasi dan gerakan. Lokasi tempat latihan kami pilih tempat yang memadai untuk menampung seluruh personil, kata Prof Endang.
Berbagai mekanisme tersusun untuk memudahkan para personil mengikuti latihan. Mereka akan membuat rekaman saat latihan, lalu rekaman tersebut akan menjadi bahan acuan bagi personil yang berhalangan hadir. Hal itu bertujuan agar setiap personil bisa mengikuti segala perkembangan dengan baik.
Usulan demi usulan yang muncul menghiasi dinamika persiapan D橮rofessor. Prof Endang mengungkapkan bahwa D橮rofessor memiliki kostum yang menjadi ciri khas, yaitu atasan putih, jas hitam, dasi merah, dan celana jeans.
淣amun kadang kami juga ingin tampil dengan kostum lain, menyesuaikan tema acara. Diskusinya cukup seru dengan berbagai ide dan ulasan, tapi akhirnya kami kembali ke kostum ciri khas kami, ungkapnya pada Selasa (5/3/2024).
Ada momen menarik saat gladi bersih yang terjadi. Prof Endang menerangkan konsentrasi para guru besar harus tetap terjaga saat itu. Ketika gladi bersih berlangsung para personil D橮rofessor harus mengatur keseimbangan antara menyanyi, gerakan, tata panggung, hingga mobilitas di panggung.
淜arena sibuk dalam keseharian jadi saat gladi bersih secara spontan saling sapa dan ngobrol ringan. Sementara waktu gladi bersih terbatas. Meski harus menangani hal seperti ini tapi seru, terangnya.

Komitmen Personil
Kesuksesan D橮rofessor dalam pentas malam itu tak lepas dari komitmen yang tinggi dari para personilnya. Meski para personil D橮rofessor memiliki tanggung jawab dan kesibukan lain, tapi mereka mengupayakan hadir tepat waktu.
淢eski ada anggota yang bertugas dan rapat di luar kota, mereka mengupayakan hadir. Ini bukti komitmen para personil dalam menjaga profesionalitas. Komitmen para personil yang kuat juga teruji saat penampilan yang kami tampilkan bagus dan kompak, jelasnya.
Prof Endang berpesan bahwa Guru Besar tidak selalu identik dengan otak kiri. Perlu juga adanya peran otak kanan yang terdiri atas seni dan musik. Keseimbangan keduanya dapat memudahkan para guru besar melaksanakan tanggung jawab yang diemban.
Ia berharap bahwa kebersamaan yang terbangun antar personil D橮rofessor bisa memberikan dampak yang luar biasa. 淜ekompakan dalam kebersamaan yang terjalin antar personil juga bisa meningkatkan kebermanfaatan dan memberikan dampak yang luar biasa, pungkasnya.
Penulis: Icha Nur Imami & Satrio Dwi Naryo
Editor: Feri Fenoria
Baca juga:
Cerita Prof Miftah, Anggota Guru Besar Termuda di D橮rofessor Band
D橮rofessor, Band yang Semua Anggotanya Adalah Guru Besar UNAIR





