51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Profil pH-Kelarutan Siprofloksasin Laktat dan Levofloksasin Hemihidrat Dalam Pengembangan Sediaan Parenteral

Profil pH-Kelarutan Siprofloksasin Laktat dan Levofloksasin Hemihidrat Dalam Pengembangan Sediaan Parenteral
Sumber: Alodokter

Penghantaran bentuk sediaan farmasi yang tepat akan memberikan keuntungan dalam terapi penderita. Levofloksasin dan siprofloksasin merupakan antiinfeksi golongan fluoroquinolon popular yang memiliki spektrum aktivitas yang luas dan prospek terapi yang beragam. Pada kasus kegawatdaruratan seperti pada pasien yang mengalami situasi medis akut, infeksi berat, tidak kooperatif akibat mual atau tidak sadarkan diri, dan pada pasien lanjut usia, pemberian sediaan obat melalui rute intra vaskular menjadi pilihan utama. Sediaan parenteral yang diberikan melalui rute intravena dapat memberikan bioavailabilitas 100%, sehingga dapat memberikan respon fisiologis yang cepat.

Sediaan parenteral yang diberikan melalui rute intravena pada umumnya adalah bentuk larutan dengan pembawa air. Oleh karenanya faktor kelarutan active pharmaceutical ingredients (API) dalam air menjadi salah satu karakteristik fisikokimia yang berperan penting dan perlu diperhatikan dalam formulasi sediaan. Obat yang larut dalam air akan lebih mudah bercampur dengan cairan tubuh setelah disuntikkan, yang menyebabkan kontak partikel obat dengan cairan tubuh menjadi lebih cepat. Hal tersebut menyebabkan obat dalam bentuk larutan dalam air memiliki onset of action yang lebih cepat dibandingkan dalam larutan minyak. Namun, hanya bahan aktif yang memiliki kelarutan lebih besar dibandingkan dosis sediaan dan memiliki stabilitas terhadap air yang baik yang dapat dibuat menjadi bentuk sediaan larutan.

Siprofloksasin dan levofloksasin merupakan senyawa amfoter yang kelarutannya dipengaruhi pH media. Siprofloksasin laktat dan levofloksasin hemihydrate umum digunakan sebagai API dalam sediaan parenteral. Siprofloksasin merupakan senyawa amfoter yang dapat bertindak sebagai asam lemah maupun basa lemah dengan nilai pKa1 sebesar 5,76 dan pKa2 sebesar 8,68. Pada pH 4,0 “ 5,0 siprofloksasin mencapai nilai kelarutan tertingginya yaitu mg/mL. Bentuk garam siprofloksasin laktat banyak digunakan dalam sediaan farmasi, memiliki kelarutan dalam air lebih dari 100 mg/ml.

Levofloksasin merupakan senyawa amfoter yang dapat bertindak sebagai basa lemah dan asam lemah dengan nilai pKa1 sebesar 5,83 dan pKa2 sebesar 8,75. Kelarutan levofloksasin dipengaruh oleh pH, kelarutan levofloksasin pada pH 1,2 “ 6,8 berkisar antara 32 “ 91 mg/mL.

Kelarutan suatu senyawa asam lemah atau basa lemah dipengaruhi oleh pH medianya. Senyawa asam lemah akan lebih mudah larut dalam lingkungan pH basa, sebaliknya senyawa basa lemah akan lebih mudah larut dalam lingkungan pH asam. Pemilihan pH sediaan tidak hanya akan memengaruhi kelarutan API, namun juga akan memengaruhi stabilitas dan aseptabilitas saat digunakan. Menurut Roethlisberger et al. (2017), untuk meminimalkan risiko iritasi jaringan, pH sediaan parenteral dibuat dalam rentang 3.5-9.0. Dengan diketahui pH media dan nilai pKa senyawa, maka jumlah molekul terion dan tak terion dalam larutan dapat diprediksi menggunakan persamaan Henderson-Hasselbalch. Semakin besar persentase molekul terion, maka senyawa akan semakin mudah larut dalam air.

Penelitian bertujuan untuk menentukan kelarutan siprofloksasin laktat  dan levofloksasin hemihidrat dalam larutan pH dapar 3,0 “ 8,0. Rentang pH percobaan dipertimbangkan memberikan aseptabilitas sediaan parenteral. Peneliti dari Fakultas Farmasi 51¶¯Âþ terdiri dari: Dewi Isadiartuti, Retno Sari, Dini Retnowati, Risma Dama Yanti, dan Violyta Ade Gunawan berkolaborasi dengan peneliti dari Departemen Research and Development PT. Satoria Aneka Industri, Oki Yudiswara meneliti kelarutan kedua bahan tersebut  dalam rentang pH percobaan yang belum pernah dilakukan peneliti lain sebelumnya.

Uji kelarutan siprofloksasin laktat dan levofloksasin hemihidrat dalam larutan dapar konsentrasi 0,02 M pada rentang pH 3,0 “ 8,0 dengan kekuatan ionik µ 0,2 dilakukan dalam shaker waterbath suhu 30 ± 0,5 °C yang dikocok dengan kecepatan 150 rpm. Optimasi waktu kelarutan jenuh sesuai kondisi percobaan dilakukan antara jam pertama sampai ke-enam. Kadar API terlarut ditentukan dengan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum masing-masing API pada setiap pH. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan uji statistika anova satu arah dengan α 0,05 dan dibuat profil pH-kelarutan.

Hasil penelitian menunjukkan waktu kesetimbangan kelarutan jenuh API dicapai setelah 4 jam pengocokan. Kadar siprofloksasin laktat terlarut pada rentang pH percobaan diperoleh dalam rentang 0,227 – 243,00 mg/mL, sedangkan levofloksasin hemihidrat terlarut diperoleh antara 44,39 -70,66 mg/mL. Dari hasil percobaan diperoleh profil pH-kelarutan siprofloksasin laktat dan levofloksasin hemihidrat pada rentang pH 3,0 sampai 8,0. Kelarutan kedua senyawa tersebut dipengaruhi pH media, dengan semakin menurunnya nilai pH maka semakin meningkat kelarutan siprofloksasin laktat dan kelarutan levofloksasin hemihidrat. Data profil pH-kelarutan kedua API tersebut bermanfaat dalam menentukan pH formulasi sediaan dalam membuat sediaan parenteral dalam bentuk larutan dalam air, yang pada gilirannya dapat meningkatkan derajad kesehatan masyarakat.

Penulis: Dr. Dewi Isadiartuti, M.Si., Apt.

Link:

Baca juga: Rimpang Temu Kunci Alternatif Baru Obat Anti-Radang

AKSES CEPAT