51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Program PELITA BBK-7 UNAIR Sukses Tuntaskan Masalah Sampah di Manyar Sabrangan

Program PELITA BBK-7 UNAIR Sukses Tuntaskan Masalah Sampah di Manyar Sabrangan
Program PELITA BBK-7 UNAIR Sukses Tuntaskan Masalah Sampah di Manyar Sabrangan

UNAIR NEWS – SURABAYA, 24 Januari 2026 “ Masalah penumpukan sampah rumah tangga yang selama ini dikeluhkan warga Manyar Sabrangan kini menemukan titik terang. Melalui program PELITA atau Pengelolaan Limbah Rumah Tangga, mahasiswa BBK 7 UNAIR berhasil menginisiasi sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Program PELITA merupakan salah satu langkah nyata dari mahasiswa BBK 7 UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 dan 11, yaitu Responsible Consumption and Production & Sustainable Cities and Communities. Dengan menggabungkan dua program kerja, yaitu Bank Sampah dan Eco-brewing, program PELITA ini hadir sebagai respon atas kondisi penumpukan sampah di pemukiman warga yang berpotensi mengganggu kesehatan dan estetika lingkungan. Mahasiswa BBK-7 UNAIR melakukan sosialisasi mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga sistem penyaluran ke bank sampah, serta proses daur ulang sampah rumah tangga yang dapat dilakukan secara mandiri.

Rangkaian program PELITA diawali dengan sosialisasi terkait Bank Sampah yang nantinya akan dilakukan di lingkungan sekitar Manyar Sabrangan, terutama di RW 02. Sosialisasi ini diadakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran dari masyarakat sekitar terkait pentingnya mengolah dan memilah sampah, hingga sistem penukaran sampah yang sudah dipilah menjadi saldo tabungan. Sistem yang akan diterapkan adalah sampah rumah tangga akan dikumpulkan terlebih dahulu secara kumulatif di RT masing-masing, setelahnya sampah tersebut akan disalurkan ke Bank Sampah yang ada di RW.

Ketua RW setempat, Bapak Gandhi Dwi Prasetyo, mengapresiasi langkah nyata mahasiswa UNAIR. œHadirnya adik-adik mahasiswa memberikan edukasi yang selama ini sulit kami terapkan sendiri. Dengan adanya sosialisasi ini, saya pribadi berharap warga dapat berpartisipasi aktif dan lebih sadar bahwa sampah jika dikelola dengan benar justru bisa menghasilkan, ungkapnya.

Selanjutnya, program PELITA dilanjutkan dengan Eco-brewing. Eco-brewing merupakan kegiatan sosialisasi dan juga demonstrasi pembuatan Eco-enzyme dari sampah organik hasil rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran. Program kerja ini, dianggap sangat menarik bagi warga RW 02 Manyar Sabrangan dan mendapatkan banyak antusiasme dari warga.

œSaya setuju sekali dengan program kerja pembuatan Eco-enzyme ini, Mbak. Eco-enzyme sendiri kan manfaatnya juga banyak sekali, tidak hanya untuk pengurai air sungai. Saya sudah beberapa kali coba untuk buat Eco-enzyme tapi selalu gagal, Mbak, semoga dari kegiatan ini saya bisa belajar lebih banyak lagi ya mengenai pembuatan Eco-enzyme dan semoga banyak masyarakat RW 02 ini yang tertarik dengan pembuatan Eco-enzyme agar program kerja ini tidak berhenti disini saja, ucap salah satu warga RW 02.

Bahkan pada saat pelaksanaan rangkaian program ini, para peserta yang datang sangat tertarik dan bersemangat dengan topik pembahasan dalam kegiatan ini, dibuktikan dengan semangat peserta pada saat kegiatan pembuatan Eco-enzyme. Program ini diakhiri dengan penuangan cairan Eco-enzyme yang sudah jadi kepada beberapa saluran air di lingkungan setempat sebagai upaya untuk mendukung pencapaian SDGs nomor 6, yaitu Clean Water and Sanitation.


Penulis : Julianti Damiar

AKSES CEPAT