51动漫

51动漫 Official Website

Psikoedukasi Perkuat Komunikasi Anggota Keluarga

Sesi reflektif bersama keluarga yang dilaksanakan di Kelurahan Embong Kaliasin RW 13 dan Kelurahan Kapasari RW 8 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Program magang Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kecamatan Genteng, Kota Surabaya yang diikuti oleh Mahasiswa 51动漫, melaksanakan kegiatan psikoedukasi komunikasi keluarga pada dua wilayah di Surabaya, yakni Kelurahan Embong Kaliasin RW 13 dan Kelurahan Kapasari RW 8. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara emosional dan sosial, serta mengajak keluarga terkhususnya orang tua dengan anak untuk lebih mengenal secara mendalam, membuat orang tua menjadi lebih memahami seperti apa anak itu, dan pola perilaku anak yang sering muncul di kalangan keluarga, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembagunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGS), khususnya tujuan ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta tujuan ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.

Program psikoedukasi yang dilaksanakan ini menyasar para orang tua, khususnya ibu dan ayah sebagai garda terdepan dalam proses perkembangan serta pengasuhan dan pembentukan karakter anak. Materi yang diberikan yakni berfokus pada pentingnya komunikasi yang efektif dalam keluarga, pola pengasuhan dalam keluarga, dampak dari pola pengasuhan dan komunikasi yang buruk dalam keluarga, lalu disertai dengan tips and trick tentang seperti apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika anak memunculkan perilaku yang melanggar norma, supaya anak merasa didengar dan orang tua tidak salah dalam mengambil keputusan. Kegiatan ini juga memberikan ruang diskusi bagi para peserta untuk berbagi pengalaman terkait proses komunikasi yang terjadi dari setiap anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari serta terdapat juga sesi refleksi yang bertujuan untuk lebih mengenal seperti apa sosok kedua orang tua dengan anak.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara interaktif melalui Metode penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, lalu diikuti dengan sesi refleksi. Peserta tampak antusias untuk mengikuti setiap sesi, terutama ketika membahas contoh situasi komunikasi antara orang tua dan anak yang sering menimbulkan kesalahpahaman, dan sesi refleksi. Melalui pendekatan psikoedukasi ini, peserta diajak untuk dapat lebih memahami bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan apa yang disampaikan, akan tetapi juga tentang bagaimana cara menyampaikan dan memahami perasaan orang lain.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa pola komunikasi keluarga yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan mental anggota keluarga, terutama anak dan remaja. Lingkungan keluara yang komunikatif, suportif, dapat membantu anak merasakan rasa aman, dihargai, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memilah tanggung jawab, mengelola emosi dan menyelesaikan masalah. Dengan demikian, penguatan komunikasi keluarga tidak hanya berdampak pada hubungan antar anggota keluarga, akan tetapi juga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.

Melalui kegiatan psikoedukasi ini, mahasiswa magang PUSPAGA Kecamatan Genteng diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan sosial. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan berdaya.

Penulis: Farip Saputra

AKSES CEPAT