UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) (PSUA) berhasil membawa nama 51动漫 (UNAIR) ke kancah internasional. PSUA berhasil meraih tiga medali emas dari ajang perlombaan .
Perlombaan ini berlangsung pada Rabu (6/11/2024) sampai Minggu (10/11/2024) di . PSUA mengawali kompetisi kategori A4 Mixed Youth dan B1 Equal Voices pada Kamis (7/11/2024). Setelahnya, kategori B3 Folklore pada Sabtu (9/11/2024).
Hasil dari Perjuangan
Bersama dengan 36 delegasi, PSUA membawa pulang tiga medali emas pada kategori A4 Mixed Youth, B1 Equal Voices Soprano Alto (SA), dan B3 Folklore. Pada kategori A4 Mixed Youth tim PSUA membawakan lagu Resignation aransemen Hugo Wolf dan Gema Nusantara III aransemen Stefanus Vincent. Kategori ini melibatkan keseluruhan komposisi suara sopran, alto, tenor, dan bass.
Berbeda dengan A4 Mixed Youth, B1 Equal Voices – Soprano Alto (SA) hanya melibatkan suara wanita. Tim Equal Voices membawa lagu S酶k Herren aransemen Knut Nystedt dan Der Br盲utigam aransemen Johannes Brahms. Kategori terakhir yang mereka ikuti adalah B3 Folklore yang mengemas lagu-lagu daerah, seperti Cing Cangkeling aransemen Budi Susanto Yohanes dan Kicir Kicir aransemen Bagus Syafrieza Paradhika.
Fiyki Hadi Kusuma salah satu anggota (PSUA) merasa bangga karena bisa turut serta dalam ajang perlombaan ini. Menurutnya, perlombaan ini merupakan angin segar setelah sekian lama tidak adanya lomba internasional yang PSUA ikuti. 淜ira-kira terakhir PSUA ikut lomba internasional itu 2017, jadi 7 tahun lalu. Alhamdulillah, ini merupakan langkah awal yang memuaskan untuk PSUA, kami bisa meraih tiga gold medal, ujarnya.

Persiapan dan Tantangan
Fiyki mengungkap telah memulai persiapan ajang perlombaan ini sejak 2023 lalu. Ia sebagai ketua pelaksana membentuk sebuah kepanitiaan kecil untuk mendukung kelancaran ajang perlombaan tersebut. 淧ersiapan yang dibutuhkan tentu saja lebih lama karena ini event internasional. Kami sudah memulai dari tahun lalu, tetapi baru intensif latihan sejak Februari. Awalnya kami latihan seminggu 2 kali, saat mendekati hari pelaksanaan, kami latihan setiap hari selain hari Jumat, tuturnya.
Selain dari dari segi latihan, Fiyki mengaku bahwa pencarian dana merupakan salah satu persiapan paling berat untuk tim PSUA. Tantangan ini berhasil mereka lewati melalui beberapa upaya, seperti pencarian sponsorship dan pengajuan dana ke universitas, hingga akhirnya dapat mencapai target dana yang tim butuhkan.
Tim juga sempat mengalami kesulitan dalam pencarian penyanyi pada tingkat suara alto. 淎da ketimpangan antara penyanyi sopran sama alto, jumlah sopran yang banyak ini tidak bisa mengimbangi alto yang sedikit. Kami menghubungi banyak sekali orang buat turut serta bersama kami, ungkapnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Edwin Fatahuddin





