UNAIR NEWS – Berbisnis tidak mengenal usia, kini yang muda pun bisa berinovasi untuk menciptakan bisnis-bisnis baru di berbagai bidang. Namun, terdapat bermacam kendala dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Dengan latar belakang tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UNAIR bekerja sama dengan Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR menghelat business talkshow bertajuk Become A Successful Entrepreneur Through Solutive and Creative Ideas pada Selasa (31/10).
Dalam seminar itu, hadir pembicara dari berbagai bidang bisnis. Di antaranya, dosen kewirausahaan Tri Siwi Agustina, CEO AVERO footfreshener Fikri Abdillah, owner Giyomi Nadia Prasetyo, dan CEO Ojek Syar橧 Evilita Andriani. Peserta seminar juga bisa mengunjungi booth finalis Airlangga Localpreneur Competition, kemudian mem-voting bisnis yang dianggap menarik.
“Pembicara yang hadir akan memberikan pandangan dan motivasi dalam berbisnis. Semoga setelah pemaparan, teman-teman yang hadir lebih terbantu dalam hal berbisnis,” tutur Ketua BEM FEB UNAIR Fajar Pratomo dalam sambutannya.
Dalam berbisnis, Siwi mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam memulai bisnisnya. Di antaranya, terhambat karena waktu kuliah hingga keterbatasan finansial atau modal.
“Di FEB, terdapat mata kuliah kewirausahaan. Mahasiswa wajib membuat produk dan melakukan riset pasar sederhana. Namun, sungguh disayangkan karena kebanyakan tidak dilanjutkan,” jelas Siwi.
“Terlebih, motivasi mahasiswa dalam berbisnis siklusnya naik turun. Misalnya, bila terkendala modal, motivasinya menurun. Kemudian naik lagi karena terdapat crowdfunding sebagai pembiayaan alternatif. Bahkan kadang terkendala partner bisnis,” imbuhnya.
Terkait kriteria, Siwi mengakui bahwa menjadi pembisnis tidak harus sesuai dengan disiplin ilmu yang di tempuh. Sebab, teman, bahkan keluarga, bisa menjadi tempat untuk belajar.
Sebagai pembisnis muda, Nadia sepakat dengan pernyataan tersebut. Dia merupakan lulusan manajemen perbankan, tapi merintis bisnis di bidang clothes line. Mulai baju, celana, hingga jilbab. Dia mengaku merintis bisnis dari reseller baju hingga memutuskan untuk memproduksi sendiri karena dirasa berjualan sandang tidak ada matinya.
“Dalam berbisnis, percaya diri itu penting dan jangan overthinking. Jangan takut tidak laku atau terlalu banyak mikir, tutur Nadia.
Penulis: Siti Nur Umami
Editor: Feri Fenoria





